TERBONGKAR!! Sekolah Djuwita Diduga Berhasil Intervensi dan Intimidasi Dinas Pendidikan Batam

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam || Melalui Konfirmasi dan Klarifikasi awak media bersama Dinas DPM-PTSP Kota Batam dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam terkuak tabir adanya dugaan kuat daya dan upaya pihak Sekolah Djuwita untuk melakukan Intervensi dan Intimidasi terhadap Dinas Pendidikan Kota Batam Kamis (11 Juni 2026).

Berawal pada kasus penganiayaan dan perundungan yang dilakukan oleh tenaga pendidik Sekolah Djuwita terhadap anak Balita, Dimana Kasus tersebut sudah ditangani instansi kepolisian Resort Barelang atas laporan pihak sekolah yang diwakilkan oleh kepala sekolah Kelompok Bermain Djuwita dan unit PPA Polda Kepri atas laporan orangtua dari anak korban penganiayaan dan perundungan dibawah umur.

Team LBH No Viral No Justice yang di kepalai oleh Lomboan Djahamou, S.H. menyikapi kasus penganiayaan dan perundungan ini dari sudut sisi yang berbeda. Team LBH NVNJ menelusuri legalitas dokumen berkas dan keabsahan dari Sekolah Djuwita terlebih dahulu, “Apakah berhak sekolah yang tak memiliki NPSN dan Mal Administrasi atau cacat regulasi melaporkan orangtua korban penganiayaan dan perundungan kepada imstansi kepolisian?” Ungkap Hendri dari organisasi wartawan Mabes Polri yaitu Perkumpulan Wartawan Fast Respon Indonesia Center Kepri Counter Opinion POLRI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami dari Fast Respon Indonesia Center selaku penjaga marwah POLRI berharap agar instansi kepolisian lebih profesional dalam menelusuri terlebih dahulu keabsahan legalitas Sekolah Djuwita dan mendalami sebab akibat kasus pokok perkara sebuah kasus hingga terjadinya perkara selanjutnya.Selesaikan kasus dugaan penganiayaan dan perundungan anak dibawah umur di PPA Polda Kepri baru didalami kasus turunannya di Polresta Barelang”. Tutup Wakil Ketua FRIC Kepri.

“Berdasarkan kasus Sekolah Djuwita di provinsi Sumut dan Riau,Saya selaku Ketua LBH NVNJ Kepri sudah mengantongi fakta dan data outentik legalitas dari Sekolah Djuwita,mulai perubahan legalitas Kelompok Bermain dari Yayasan Djuwita Prakarsa hingga menjadi PT.Djuwita Perkasa”. Ujar Lomboan Djahamou, S.H.

TEAM LBH NVNJ yang dikepalai Lomboan Djahamou, S.H. melakukan konfirmasi ke dinas DPM-PTSP kota Batam mendapat informasi bahwa “ada legalitas izin Kelompok Bermain Sekolah Djuwita yang terdaftar atas nama PT.DJUWITA PERKASA ditahun 2022” terang ibu Rina dari PTSP Kota Batam.

Baca Juga:  Binrohtal Perkuat Karakter Personel, Satuan Brimob Polda Sumut Tanamkan Integritas yang Berakar dari Keimanan

“Memang ijin Taman Kanak-kanak beda dengan Kelompok Bermain,karena Taman Kanak-kanak sekolah formal dan Kelompok Bermain sekolah non formal”. Ungkap Hendri Kepala Dinas Pendidikan.

Saat dipertanyakan Izin KB DJUWITA tidak sama dengan izin TK DJUWITA namun kenapa bisa satu Nomor Pokok Siswa Nasional, Kadis Pendidikan Hendri menjawab “untuk NPSN harus masing-masing.. tidak bisa sama, dan boleh di urus setelah Ijin Operasionalnya di terbitkan”. Tegas Kepala dinas Pendidikan Kota Batam.

Saat di pertanyakan isi surat jawaban berbeda dengan statemant Disdik kota Batam nomor :B/487/400.3.2/VI/2026 yang termakhtub dalam point 4 mengatakan didalam surat jawaban Kadis Pendidikan justru Kelompok Bermain tergabung NPSN dengan Taman Kanak-kanak ?. Kepala Dinas Pendidikan menjawab tegas “Tidak.. NPSN tidak boleh gabung.. tiap satuan pendidikan yang berbeda..” tulis Hendri Kadis Pendidikan Kota Batam dengan tegas !!

Saat dipertanyakan keabsahan surat yang ditanda tangani oleh Kadis Pendidikan Kota Batam Hendri Arulan,S.Pd, M.M. berbanding terbalik isi surat dengan terapan ilmu aturan yang ada, Kadis tak mampu menjawabnya.Hingga dipastikan issue keabsahan isi suratnya sudah dimanipulatif oknum dinas pendidikan yang menjebak Kadis dalam pusaran kesalahan berjamaah.

Awak media meminta keterbukaan informasi atas Verifikasi guru yang bersertifikasi terjadi saat penerbitan NPSN ,jika gurunya lulus qualifikasi tentu bisa keluar NPSN nya,karena tak lulus qualifikasi verifikasi dari peraturan dan perundang-undangan Republik Indonesia, makanya tergabunglah NPSN KB ke NPSN TK.Kepala Dinas Hendri Arulan,S.Pd, M.M. berjanji “Terkait dgn guru internal, tapi kami telusuri keberadaan guru mereka”.

Saat ditantang Kepala Dinas Pendidikan beranikah kepala dinas melawan intervensi dan intimidasi Sekolah Djuwita, Kadis Pendidikan Kota Batam antusias buat membersihkan nama baiknya selaku pejabat yang berintegritas tinggi dan profesional.

“Jika NPSN KB selama tahun 2022 tidak ada berarti 4 tahun berturut belakangan ini tidak ada aktivitas belajar mengajar yang legal di KB Sekolah Djuwita hingga dapat dipastikan izin Kelompok Bermain Sekolah Djuwita yang bernomor 04//KB/DPMPTSP-BTM/X/2022 gugur dan batal demi hukum”.Tutup Lomboan Djahamou, S.H.

Fahmi/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru