Lhokseumawe – Sorak sorai ratusan penonton menggema memecah langit sore di Lapangan Sepak Bola Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Senin (27/7/2026).
Bukan sekadar pertandingan sepak bola, Turnamen U-40 Piala Wilayah Kuta Ke Pase II Tahun 2026 menjelma menjadi pesta persaudaraan yang menyatukan masyarakat, tokoh daerah, dan jajaran kepolisian dalam satu semangat: sportivitas, persatuan, dan kebersamaan.
Di tengah atmosfer penuh antusiasme itu, kehadiran Kapolres Lhokseumawe AKBP Dr. Ahzan, S.H., S.I.K., M.S.M., M.H. menjadi simbol nyata bahwa Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang senantiasa mendukung setiap kegiatan positif demi mempererat hubungan dengan warga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga bergengsi yang mempertemukan POP Polres Lhokseumawe melawan Julok FC berlangsung dalam tensi tinggi sejak peluit pertama dibunyikan. Kedua tim saling menampilkan permainan terbaiknya, mempertontonkan semangat juang, kerja sama, dan determinasi yang membuat sekitar 200 pasang mata terpaku mengikuti setiap detik pertandingan.
Turut hadir dalam kemeriahan tersebut Ketua DPRK Lhokseumawe Faisal Haji Isa, Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Dr. Bustani, S.H., M.H., Kapolsek Blang Mangat IPTU Zul Akbar, S.E., jajaran personel Polres Lhokseumawe, para pemain, serta tamu undangan yang bersama-sama menikmati atmosfer pertandingan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, AKBP Dr. Ahzan menegaskan bahwa sepak bola bukan hanya soal mencetak gol atau mengangkat trofi, melainkan tentang membangun karakter, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.
“Turnamen ini bukan sekadar mencari siapa yang menang atau kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana olahraga mampu menyatukan hati, mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, serta menanamkan nilai-nilai sportivitas yang harus terus dijaga. Fair play adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegas Kapolres.
Ia juga menegaskan komitmen Polres Lhokseumawe untuk terus mendukung setiap kegiatan masyarakat yang bernilai positif, karena diyakini mampu memperkuat sinergi antara Polri dan warga dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, serta kondusif.
“Olahraga menyatukan kita tanpa memandang perbedaan. Dari lapangan hijau inilah lahir semangat persatuan, solidaritas, dan kebersamaan yang menjadi modal besar dalam membangun daerah yang harmonis,” tambahnya.
Drama pertandingan akhirnya harus ditentukan melalui adu penalti. Julok FC tampil lebih tenang dan berhasil mengunci kemenangan dengan skor 2-0. Namun hasil akhir tidak sedikit pun mengurangi kehormatan tim POP Polres Lhokseumawe yang tampil penuh semangat, disiplin, dan menjunjung tinggi sportivitas hingga peluit panjang dibunyikan.
Di balik hasil pertandingan, tersimpan kemenangan yang jauh lebih besar.
Turnamen ini membuktikan bahwa ketika Polri dan masyarakat berdiri di lapangan yang sama, bukan sekadar kompetisi yang tercipta, melainkan ikatan persaudaraan yang semakin kuat, kepercayaan yang semakin kokoh, dan semangat persatuan yang terus menyala demi Lhokseumawe yang aman, damai, dan harmonis.













