MEDAN – Ketika hujan deras mengguyur dan angin kencang menerjang, sebagian warga mungkin memilih berteduh dan menunggu keadaan kembali tenang. Namun, di tengah situasi itu, personel Search and Rescue (SAR) Kompi 3 Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumatera Utara justru bergerak menuju lokasi bencana.
Rabu (2/9/2026), sebuah pohon tumbang menutup badan Jalan Tuasan, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung. Akses warga terhenti, arus lalu lintas tersendat, dan aktivitas masyarakat pun ikut terganggu.
Tak ingin kondisi itu berlarut-larut, tim SAR Brimob bergerak cepat. Informasi yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Operasi kemanusiaan tersebut dipimpin langsung Wadanki Kompi 3 Batalyon A, Iptu Carsan. Dengan perlengkapan chainsaw, para personel berjibaku memotong batang dan dahan pohon yang melintang di tengah jalan.
Satu per satu potongan kayu disingkirkan. Ranting dan serpihan dibersihkan dari badan jalan. Di tengah aktivitas itu, keselamatan pengguna jalan tetap menjadi perhatian utama, termasuk mengantisipasi kemungkinan bahaya akibat kabel listrik di sekitar lokasi.
Bagi masyarakat yang menyaksikan, mungkin yang terlihat hanyalah sekelompok personel berseragam yang sedang membersihkan pohon tumbang. Namun di balik gerakan cepat itu, ada sebuah pesan sederhana: ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, negara harus hadir.
Bukan menunggu keadaan pulih dengan sendirinya, melainkan turun langsung membantu membuka kembali akses kehidupan warga.
Jalan yang sempat tertutup akhirnya kembali dapat dilalui. Arus kendaraan perlahan normal, dan aktivitas masyarakat kembali berjalan.
Wadanki Kompi 3 Batalyon A Satuan Brimob Polda Sumut, Iptu Carsan, menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel SAR merupakan bagian penting dari pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya ketika terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.
“Cuaca ekstrem yang sulit diprediksi menuntut kesiagaan penuh aparat di lapangan. Begitu menerima informasi adanya pohon tumbang yang menghalangi akses warga, tim langsung meluncur ke lokasi untuk membuka jalur secepat mungkin. Bagi kami, keselamatan para pengguna jalan dan kenyamanan aktivitas harian masyarakat Medan adalah hal yang paling utama,” ungkap Iptu Carsan.
Di balik hujan yang turun dan pohon yang tumbang, ada tangan-tangan yang bekerja tanpa banyak bicara. Mereka datang ketika jalan tertutup, membersihkan ketika warga kesulitan melintas, dan memastikan kehidupan masyarakat dapat kembali berjalan.
Sebab bagi Tim SAR Brimob, pengabdian bukan sekadar menjalankan tugas. Pengabdian adalah hadir ketika masyarakat membutuhkan, bahkan ketika cuaca sedang tidak bersahabat.
Indra/humas













