“Di Balik Seragam Anak, Ada Tangis Orang Tua: Prof. Sutan Nasomal Sebut Iuran Wajib Itu Pungli, Minta Kepsek Dicopot!”

- Penulis

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON — Di balik langkah kecil anak-anak menuju sekolah, ada beban sunyi yang dipikul orang tua. Harapan akan pendidikan gratis yang dijanjikan negara, perlahan terasa menjauh ketika iuran demi iuran terus diminta—dibungkus rapi dengan nama “komite” dan “kontribusi”.

Di Aceh Tengah, keluhan itu kini pecah ke permukaan. Sejumlah wali murid mengaku tak lagi punya pilihan selain membayar iuran rutin yang nilainya sudah ditentukan. Bukan sekali, tapi setiap bulan.

“Kalau tak bayar, kami takut anak kami diperlakukan berbeda,” lirih seorang orang tua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pakar hukum internasional, Prof. Dr. Sutan Nasomal, menyebut kondisi ini bukan sekadar persoalan administrasi—melainkan luka dalam dunia pendidikan.

“Pendidikan itu hak, bukan beban. Dana BOS sudah ada untuk menopang kebutuhan sekolah. Kalau masih ada iuran wajib dengan nominal tertentu, itu bukan sumbangan… itu pungli,” tegasnya.

Di SMK Negeri 1 Takengon, iuran sekitar Rp100 ribu per bulan disebut menjadi kewajiban. Jika dikalikan ratusan hingga ribuan siswa, uang yang terkumpul bukan lagi kecil—mencapai ratusan juta setiap bulan.

Namun bagi orang tua, angka itu bukan sekadar hitungan. Itu adalah beras yang harus dihemat, kebutuhan rumah yang ditunda, bahkan utang yang terpaksa diambil demi satu tujuan: agar anak tetap bisa sekolah tanpa rasa malu.

Baca Juga:  Di Tengah Peluh dan Lumpur, Warga Tanjung Gusta Buktikan Gotong Royong Belum Mati

“Kadang kami harus memilih… bayar iuran atau kebutuhan dapur,” ungkap seorang wali murid dengan suara tertahan.

Mengacu pada aturan pemerintah, komite sekolah dilarang melakukan pungutan. Yang diperbolehkan hanyalah sumbangan sukarela—tanpa paksaan, tanpa angka yang ditentukan.

“Begitu ada angka, di situ hilang keikhlasan. Yang ada hanya tekanan,” kata Sutan.

Ia pun meminta negara hadir, tidak sekadar melihat.

“Jangan biarkan pendidikan jadi tempat orang kecil merasa terhimpit. Jika benar ini terjadi, kepala sekolah harus dicopot dan diproses. Ini soal keadilan,” tegasnya.

Ironisnya, hingga kini pihak sekolah belum memberi penjelasan. Diamnya pihak terkait justru menambah panjang kegelisahan orang tua.

Di ruang-ruang kelas, anak-anak mungkin tetap belajar seperti biasa. Tapi di rumah, orang tua mereka diam-diam berjuang—menahan beban, menyimpan cemas, dan berharap… pendidikan benar-benar menjadi jalan keluar, bukan sumber luka baru.

Kini publik menunggu:

apakah negara akan mendengar suara lirih ini, atau membiarkannya tenggelam di balik nama “komite”?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA
Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?
Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026
Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa
PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU
Minggu Kasih Brimob Sumut di Pematangsiantar, Hadirkan Kepedulian yang Menyentuh Hati dan Menguatkan Persaudaraan
SAAT KOTA TERLELAP, BRIMOB SUMUT MENYISIR MALAM: MENJAGA MEDAN TETAP AMAN, WARGA TIDUR TENANG
KOMITMEN KAPOLRES PASBAR : TIDAK ADA REHAB BUAT FEBRY HANDOKO HARPAMA ANAK HAMSUARDI MANTAN BUPATI PASBAR
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:11 WIB

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?

Senin, 1 Juni 2026 - 05:36 WIB

Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 05:07 WIB

Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 04:48 WIB

PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU

Berita Terbaru