SIMALUNGUN — Kobaran api mengamuk di kawasan industri PT Evyap Sabun Indonesia, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Kamis (3/9/2026).
Di tengah kepulan asap dan situasi mencekam, personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara bergerak cepat membantu petugas pemadam kebakaran menangani kobaran api yang terjadi di area Fat Splitting 2, fasilitas pengolahan minyak dan lemak menjadi bahan baku oleokimia.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.30 WIB. Begitu menerima informasi kebakaran, personel Brimob yang dipimpin Ps. Danton 4 AIPTU Fransisco Amaral langsung menuju lokasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunggu waktu, personel bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait berjibaku melakukan pemadaman. Di tengah ancaman api yang sewaktu-waktu dapat meluas, pengamanan di sekitar lokasi juga diperketat untuk mencegah munculnya titik api baru.
Jam terus berjalan.
Api baru berhasil dipadamkan sekitar 17.30 WIB. Setelah kobaran berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan proses pendinginan dan penyisiran untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun titik api yang berpotensi kembali membesar.
Namun di balik keberhasilan menjinakkan kobaran api, peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam.
Informasi sementara menyebutkan tiga orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Sementara penyebab kebakaran masih dalam pemeriksaan pihak terkait dan kerugian materiil masih dalam proses pendataan.
Komandan Kompi 2 Batalyon B Pelopor, AKP Rafles Rury Carera Manurung, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan keterlibatan personel Brimob merupakan bagian dari kesiapsiagaan untuk membantu penanganan setiap situasi darurat.
“Personel kami bersama petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait turut membantu proses pemadaman. Selain membantu pemadaman, personel juga melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar area kebakaran untuk mencegah api kembali muncul maupun meluas,” ujar AKP Rafles.
Menurutnya, dalam situasi darurat, kecepatan dan sinergi seluruh unsur menjadi hal penting agar api dapat segera dikendalikan serta keselamatan masyarakat dan pekerja di sekitar lokasi tetap menjadi prioritas.
Penanganan kebakaran melibatkan personel Kompi 2 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, petugas pemadam kebakaran Pemerintah Kabupaten Simalungun dan Pemerintah Kabupaten Batubara, Yon 901/TP, PT Evyap Sabun Indonesia, BPBD Kabupaten Simalungun, Satpol PP Kabupaten Batubara, serta pemadam kebakaran KEK Sei Mangkei.
Di tengah kobaran yang mengancam kawasan industri, satu hal kembali terlihat: ketika keadaan darurat datang, waktu menjadi sangat berharga.
Brimob bersama seluruh unsur terkait memilih untuk bergerak—menerobos situasi, membantu memadamkan api, mengamankan lokasi, dan memastikan ancaman tidak kembali meluas.
Meski api akhirnya berhasil dijinakkan, duka atas tiga nyawa yang hilang menjadi bagian paling kelam dari peristiwa kebakaran tersebut.
Indra













