MEDAN — Di balik seragam yang selama ini dikenal tegas dalam menjaga keamanan, Jumat itu ada wajah lain yang hadir di tengah masyarakat.
Bukan suara sirene.
Bukan pula derap langkah dalam sebuah operasi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melainkan senyum, uluran tangan, dan kepedulian.
Jumat (28/8/2026), halaman Masjid Hubbul Wathon Batalyon C Pelopor menjadi saksi ketika personel Brimob Sumatera Utara memilih mengisi hari penuh keberkahan dengan berbagi kepada sesama.
Melalui kegiatan Jumat Berkah, sebanyak 200 kotak makanan dibagikan kepada masyarakat dan jamaah Salat Jumat.
Satu per satu kotak makanan diserahkan.
Tangan yang memberi bertemu dengan tangan yang menerima.
Dan di antara pertemuan sederhana itu, terselip sebuah pesan yang jauh lebih besar dari sekadar makanan: bahwa kepedulian tidak pernah membutuhkan alasan untuk hadir.
Mungkin sebuah kotak makanan terlihat sederhana.
Namun bagi mereka yang menerimanya, perhatian itu adalah bentuk kepedulian. Sebuah tanda bahwa di tengah hiruk-pikuk kehidupan, masih ada tangan yang terulur dan hati yang ingin berbagi.
Namun Jumat Berkah Batalyon C Pelopor tidak berhenti di masjid.
Langkah kepedulian itu kemudian berlanjut menuju anak-anak Sekolah Dasar di sekitar Mako Batalyon C Pelopor.
Di sana, suasana berubah.
Senyum-senyum polos anak-anak menyambut kehadiran personel Brimob.
Amplop Jumat Berkah pun dibagikan.
Bukan tentang seberapa besar isi yang diberikan.
Tetapi tentang betapa tulusnya perhatian yang ingin disampaikan.
Hari itu, anak-anak mungkin melihat seragam Brimob dengan cara yang berbeda.
Bukan hanya sebagai simbol ketegasan.
Tetapi juga sebagai simbol kepedulian.
Danton IV Kompi 1 Batalyon C Pelopor, IPDA Leonardo Marbun, mengatakan kegiatan Jumat Berkah merupakan bagian dari kepedulian personel terhadap masyarakat sekaligus upaya mempererat hubungan emosional antara Brimob dan rakyat.
“Jumat Berkah bukan sekadar berbagi makanan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian, mempererat silaturahmi, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Semoga apa yang kami berikan dapat menjadi berkah dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat,” ujar IPDA Leonardo Marbun.
Ucapan terima kasih dari para jamaah dan masyarakat menjadi balasan yang paling sederhana, namun memiliki arti mendalam.
Tak ada panggung megah.
Tak ada perayaan besar.
Hanya sebuah Jumat yang diisi dengan ketulusan.
Sebuah Jumat ketika 200 kotak makanan berubah menjadi jembatan silaturahmi.
Sebuah Jumat ketika amplop kecil menghadirkan senyum besar di wajah anak-anak.
Dan sebuah Jumat ketika seragam yang identik dengan ketegasan itu kembali menunjukkan sisi kemanusiaannya.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh kehangatan.
Melalui kegiatan ini, Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara kembali menegaskan bahwa menjaga masyarakat tidak hanya dilakukan dengan berdiri di garis depan ketika ancaman datang.
Terkadang, menjaga masyarakat juga berarti hadir ketika mereka membutuhkan perhatian.
Menjaga juga berarti peduli.
Melindungi juga berarti berbagi.
Karena pada akhirnya, pengabdian tidak selalu terdengar dari suara komando.
Kadang, pengabdian hadir dalam diam.
Dalam sebuah kotak makanan.
Dalam sebuah amplop sederhana.
Dalam sebuah senyum anak-anak.
Dan dalam uluran tangan yang berkata tanpa suara:
“Brimob ada untuk masyarakat. Bukan hanya ketika bahaya datang, tetapi juga ketika kebahagiaan ingin dibagikan.”
Jumat itu mungkin telah berlalu. Makanan yang dibagikan mungkin telah habis. Amplop-amplop itu mungkin telah tersimpan. Namun kebaikan yang ditanam, semoga tetap tinggal dan tumbuh di hati.
Sebab kebaikan memang tidak pernah diukur dari seberapa besar yang diberikan.
Tetapi dari seberapa tulus hati memilih untuk berbagi.
Indra/humas













