Dari Kampung untuk Bumi: Pelindo Multi Terminal Nyalakan Semangat Warga Aceh Besar Menjaga Lingkungan

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 03:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR, September 2026 – Di tengah tantangan lingkungan yang kian nyata, menjaga kebersihan bukan lagi sekadar urusan membuang sampah pada tempatnya. Dari kampung-kampung di sekitar Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar, tumbuh sebuah gerakan sederhana yang membawa pesan besar: lingkungan adalah rumah bersama yang harus dijaga hari ini demi kehidupan generasi esok.

Semangat itu hadir melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang terus mendorong masyarakat di sekitar wilayah operasional pelabuhan untuk tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut menjadi penggerak perubahan.

Melalui Lomba Hias Lingkungan, masyarakat di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, diajak menyulap lingkungan tempat tinggal mereka menjadi ruang yang lebih bersih, indah, kreatif, sekaligus memiliki nilai manfaat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Empat kampung—Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom—mengikuti gerakan tersebut dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan.”

Program yang dimulai pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, perlahan berubah menjadi momentum kebersamaan. Warga bergotong royong menata lingkungan, memanfaatkan barang bekas, menggali potensi kampung, hingga mengembangkan kreativitas yang selama ini mungkin tersembunyi di tengah kehidupan sehari-hari.

Bukan sekadar menghias kampung. Di balik warna-warni lingkungan yang ditata warga, tersimpan pesan tentang bagaimana sampah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai, bagaimana gotong royong dapat menghidupkan kembali kepedulian, dan bagaimana sebuah kampung dapat bergerak ketika masyarakatnya memiliki tujuan yang sama.

Proses penataan berlangsung hingga tahap penjurian pada 15 Agustus 2026. Penilaian tidak hanya melihat keindahan lingkungan, tetapi juga menyentuh aspek yang lebih luas, mulai dari pengelolaan lingkungan, pendidikan, pengembangan UMKM lokal, hingga keterlibatan dan kreativitas masyarakat.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati, Agust Deritanto, menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar perlombaan untuk mencari kampung terbaik.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penataan lingkungan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, menggali potensi, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat langsung, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan yang terus berjalan,” ujar Agust.

Yang menarik, kreativitas warga justru banyak lahir dari sesuatu yang selama ini dianggap tidak bernilai.

Barang-barang bekas yang semula hanya berakhir sebagai sampah, disulap menjadi bagian dari dekorasi lingkungan. Dari tangan masyarakat, sesuatu yang dianggap tidak berguna mendapatkan kehidupan baru.

Baca Juga:  “SKANDAL TANAH PECAH! SHM ‘SILUMAN’ & NIK GANDA TERKUAK DI DELI SERDANG — ATAN GANTAR: NEGARA JANGAN TUNDUK!”

Sebuah pesan sederhana pun muncul: tidak semua yang dibuang harus menjadi sampah. Sebagian dapat kembali menjadi manfaat ketika disentuh oleh kreativitas dan kepedulian.

Untuk memastikan proses penjurian berlangsung objektif, Pelindo Multi Terminal melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi dan Rumah Kelola Sampah (RKS), komunitas binaan SPMT yang bergerak di bidang pengelolaan sampah.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga membawa pesan tentang integritas dan antikorupsi, sebagai bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Dari proses panjang tersebut, Kampung Mon Alue akhirnya terpilih sebagai pemenang.

Bagi warga, kemenangan tersebut bukan semata-mata tentang mendapatkan penghargaan. Ada rasa bangga karena kebersamaan mereka akhirnya membuahkan hasil.

Bantuan pembinaan dari Pelindo Multi Terminal selanjutnya akan dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, penyediaan sarana dan perlengkapan pendidikan, hingga kegiatan kebersihan serta penataan lingkungan.

Maimun, warga Kampung Mon Alue, mengaku merasakan langsung perubahan yang muncul dari kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini membuat masyarakat semakin kompak untuk membersihkan dan menata lingkungan. Kami juga belajar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bantuan pembinaan ini nantinya akan kami gunakan untuk mendukung UMKM, pendidikan, dan lingkungan di kampung kami,” ujarnya.

Dari sebuah perlombaan, lahir kebersamaan. Dari barang bekas, tumbuh kreativitas. Dan dari sebuah kampung kecil, muncul kesadaran bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar.

Cukup dari halaman rumah, dari tangan-tangan warga, dan dari kemauan untuk peduli.

Bagi Pelindo Multi Terminal, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus tumbuh bersama masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata di sekitar wilayah operasional.

Komitmen itu sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai tambah berkelanjutan—bukan hanya melalui kinerja bisnis, tetapi juga lewat kontribusi sosial dan lingkungan.

Sebab pada akhirnya, keberhasilan sebuah perusahaan bukan hanya tentang seberapa besar bisnis yang mampu dibangun, tetapi juga tentang seberapa besar manfaat yang mampu ditinggalkan bagi masyarakat dan lingkungan.

Dari Pelabuhan Malahayati, pesan itu kini bergema hingga ke kampung-kampung: bahwa menjaga bumi bukan pekerjaan satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.

Hari ini warga menata kampungnya.

Esok, mereka sedang menata masa depan anak-anaknya.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan
TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART
SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi
FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG
Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo
Hujan dan Angin Tak Jadi Penghalang, Tim SAR Brimob Terobos Cuaca Ekstrem Buka Kembali Jalan Warga Medan Tembung
Bukan Sekadar Berebut Juara, Turnamen Badminton PB Mitra Sporty Medan Menyalakan Harapan Atlet Muda
Kematian Winda Lorenza Gowasa Masih Berselimut Tanya, Keluarga Desak Ekshumasi: “Kami Ingin Kebenaran, Bukan Perdamaian”
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 15:40 WIB

Api Mengamuk di KEK Sei Mangkei, Brimob Polda Sumut Bergerak Cepat Bantu Pemadaman — Tiga Nyawa Tak Terselamatkan

Kamis, 3 September 2026 - 14:16 WIB

TANPA TANDA SNI: DIPERTANYAKAN PT.SARANA ASTRA MOTOR DIMINTA BUKA ASAL-USUL SPAREPART

Kamis, 3 September 2026 - 14:10 WIB

SK Baru Guncang TKBM Rengas Pulau: Kepengurusan Lama Dibekukan, Bendera Organisasi Diperingatkan Tak Boleh Dijual untuk Kepentingan Pribadi

Kamis, 3 September 2026 - 10:00 WIB

FRIC RESMI SURAT RDP DPRD BATAM,LINTAS SEKTOR BONGKAR SKANDAL PERIZINAN DAN PAJAK TEMPAT SENANG

Kamis, 3 September 2026 - 09:06 WIB

Di Tengah Erupsi Sinabung, Brimob Polda Sumut Hadir Membawa Harapan: Makanan dan Air Bersih Mengalir untuk Pengungsi Karo

Berita Terbaru