“SKANDAL TANAH PECAH! SHM ‘SILUMAN’ & NIK GANDA TERKUAK DI DELI SERDANG — ATAN GANTAR: NEGARA JANGAN TUNDUK!”

- Penulis

Senin, 4 Mei 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG, 3 Mei 2026 — Dugaan praktik mafia tanah di Deli Serdang kini memasuki fase yang lebih mengkhawatirkan. Ketua Umum DPP LSM PAKAR Indonesia, Atan Gantar Gultom, secara terbuka “menabuh genderang perang” terhadap apa yang ia sebut sebagai indikasi kejahatan administratif yang terstruktur dan berlapis.

Kasus yang menimpa Legiman Pranata disebut bukan lagi sekadar sengketa, melainkan potret telanjang rapuhnya sistem negara saat berhadapan dengan dugaan manipulasi data dan kekuatan jaringan.

SHM ‘Siluman’ Terbit Super Kilat, NIK Diduga Ganda

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhatian publik tertuju pada terbitnya SHM No. 477 yang diduga hanya diproses dalam waktu sekitar 10 hari. Proses ini dinilai jauh dari kewajaran dan memunculkan dugaan adanya “jalur khusus” di balik meja birokrasi.

Lebih menggegerkan, sertifikat tersebut diduga menggunakan NIK ganda atau identitas bermasalah, yang jika terbukti, menunjukkan adanya celah serius—atau bahkan pembiaran—dalam sistem administrasi negara.

“Kalau ini benar, maka ini bukan sekadar pelanggaran. Ini indikasi perampasan hak rakyat dengan memanfaatkan legalitas palsu. Produk seperti ini tidak layak hidup dalam sistem hukum,” tegas Atan.

Ia mendesak Kementerian ATR/BPN untuk tidak bersikap normatif dan segera melakukan pembatalan administratif. “Jangan tunggu rakyat hancur dulu baru negara bergerak,” ujarnya.

Dugaan Libatkan Oknum Elit, ‘Imunitas’ Dipertanyakan

LSM PAKAR juga menyinggung dugaan keterlibatan oknum anggota DPR RI berinisial SPHS. Jika terbukti, hal ini dinilai sebagai alarm keras bahwa praktik mafia tanah bisa bersinggungan dengan kekuasaan.

Baca Juga:  Bantu Kelancaran Aktivitas Warga di Pagi Hari, Personel Brimob Polda Sumut Bersiaga di Persimpangan Padat Lalu Lintas Kota Medan

“Jangan sampai jabatan dijadikan benteng. Hukum tidak boleh tunduk, apalagi bertekuk lutut di hadapan kekuasaan,” kata Atan.

Instruksi Terbuka: Bongkar, Lindungi, dan Lawan

DPP LSM PAKAR langsung mengeluarkan langkah tegas:

Mendesak Mabes Polri dan Satgas Mafia Tanah turun tangan melakukan audit investigatif total.

Meminta LPSK memberikan perlindungan kepada Legiman Pranata dan keluarga dari potensi tekanan.

Menggerakkan tekanan publik nasional, memastikan kasus ini tidak tenggelam atau “diamankan”.

“Ini Bukan Sekadar Kasus, Ini Alarm Bahaya!”

Atan menegaskan, kasus ini adalah peringatan keras bagi negara.

“Kalau satu NIK bisa dipermainkan, satu sertifikat bisa ‘disulap’, maka tidak ada lagi jaminan keamanan hak rakyat. Ini alarm bahaya! Negara tidak boleh kalah oleh mafia yang bermain di balik meja,” tegasnya.

“LSM PAKAR akan berada di garis depan. Kami tidak akan diam sampai keadilan benar-benar ditegakkan, siapa pun yang terlibat harus dibuka terang-benderang,” pungkasnya.

Tentang LSM PAKAR:

LSM PAKAR Indonesia adalah lembaga kontrol sosial yang fokus pada penegakan hukum, pemberantasan narkoba, dan pembelaan hak masyarakat kecil.

Kontak Media:

DPP LSM PAKAR Indonesia

www.mediapakar.com⁠�

Tagar: #KeadilanUntukLegiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru