Belawan — Di tengah debu, panas, dan padatnya aktivitas kawasan pelabuhan, ribuan harapan mulai ditanam di tanah Belawan. Bukan dalam bentuk janji, bukan pula sekadar seremoni, melainkan dalam wujud 2.500 batang pohon Tabebuya yang kelak diharapkan tumbuh memberi teduh bagi kota pesisir yang selama ini terus berdenyut tanpa henti.
Lapangan Jalan Stasiun, tepat di seberang Pelabuhan Bandar Deli, Belawan, menjadi saksi sebuah ikhtiar bersama. Pelindo Regional I menggagas gerakan penghijauan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sebuah langkah kecil yang menyimpan harapan besar: menghadirkan Belawan yang lebih hijau, lebih sejuk, dan lebih ramah bagi generasi yang akan datang.
Sebanyak 17 pohon Tabebuya ditanam secara simbolis oleh para tamu undangan. Namun di balik setiap lubang tanah yang digali dan setiap bibit yang ditanam, tersimpan pesan bahwa lingkungan tidak boleh terus dibiarkan menanggung beban pembangunan seorang diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan ini dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Medan, Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, KSOP Belawan, Koarmada I Belawan, Polres Pelabuhan Belawan, Kejaksaan Negeri Belawan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya urusan satu instansi, melainkan panggilan bersama untuk menjaga ruang hidup masyarakat.
Perwakilan Pelindo Regional I, Yusrizal, menyebut kegiatan ini sebagai momentum memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus bentuk kepedulian terhadap kondisi Belawan yang masih terasa panas.
“Acara ini merupakan momentum dalam memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kami menyadari bahwa daerah Belawan ini mungkin masih terasa panas dan kami juga menyadari masih banyak kekurangan Pelindo dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Untuk itu, kami mencoba menginisiasi salah satu kegiatan kami dengan menanam pohon,” ujar Yusrizal.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perubahan tidak selalu dimulai dari langkah besar. Kadang, perubahan lahir dari satu bibit yang ditanam dengan kesadaran, dirawat dengan kepedulian, lalu tumbuh menjadi peneduh bagi banyak orang.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif Pelindo Regional I yang mampu mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu gerakan menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, penanaman pohon bukan hanya kegiatan seremonial yang selesai setelah foto bersama. Lebih dari itu, pohon-pohon tersebut adalah investasi panjang bagi udara yang lebih bersih, lingkungan yang lebih sehat, dan kehidupan masyarakat Belawan yang lebih nyaman.
“Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan mendukung setiap upaya kolaboratif yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, kami berharap tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak. Sinergi antarlembaga seperti ini perlu terus diperkuat demi mewujudkan Belawan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujar Eko.
Ia menambahkan, keterlibatan Kantor Imigrasi Belawan juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui semangat “Imigrasi untuk Rakyat.”
Bagi Imigrasi Belawan, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya dilakukan di balik meja pelayanan dan ruang administrasi. Kepedulian itu juga hadir di tanah terbuka, melalui tangan-tangan yang menanam pohon dan menaruh harapan agar Belawan tidak hanya dikenal sebagai kawasan pelabuhan yang sibuk, tetapi juga sebagai wilayah yang hijau, teduh, dan layak diwariskan.
Hari ini, yang ditanam mungkin hanya bibit Tabebuya. Namun beberapa tahun ke depan, ketika bunga-bunga Tabebuya mulai bermekaran dan ranting-rantingnya memberi naungan, Belawan akan memiliki saksi hidup bahwa perubahan pernah dimulai dari kepedulian.
Dari seberang Pelabuhan Bandar Deli, 2.500 pohon Tabebuya kini membawa pesan sederhana namun kuat: Belawan tidak boleh hanya tumbuh sebagai kota pelabuhan, tetapi juga harus tumbuh sebagai rumah yang lebih hijau bagi masyarakatnya.
Indra













