Sabarudin Kadisdik Beltim, Kunci Jalur Belakang, Disdik Beltim Potong Kasta Sekolah Demi Wajib Belajar 9 Tahun

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~ Di balik ketenangan hamparan pasir putih dan jejak timah Belitung Timur, sebuah gerakan senyap sedang berlangsung di ruang-ruang kelas dan menyusup hingga ke pelosok desa. Dinas Pendidikan Kabupaten Belitung Timur kini tidak lagi sekadar menunggu laporan di balik meja. Di bawah komando Kepala Dinas Pendidikan, Sabarudin, M.Pd., sebuah misi besar dicanangkan: Tuntas Wajib Belajar 9 Tahun tanpa kompromi.

Gerakan radikal ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan evaluasi mendalam terhadap Rapor Pendidikan Belitung Timur yang sebenarnya mencatatkan skor membanggakan 80,68 (Kategori Tuntas Madya), ditemukan sebuah paradoks yang mengkhawatirkan. Angka Melek Aksara usia muda sukses menyentuh 100%, namun kemampuan siswa dalam memahami esensi bacaan justru mengalami penurunan literasi, diperparah dengan fenomena “ghosting” pendidikan, anak-anak yang terdaftar di sekolah, namun perlahan menghilang dari kelas karena faktor ekonomi dan sosial, pindah alamat dan sebagainya.

Menyikapi hal tersebut, Kadisdik Sabarudin langsung mengunci target utama. Program kerja dinas kini disuntik mati dari formalitas birokrasi dan diselaraskan total dengan visi misi Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten untuk menjamin hak dasar anak-anak di Belitung Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami melakukan pemetaan langsung di lapangan. Target kami bukan sekadar angka statistik di atas kertas, tetapi memastikan fisik anak-anak itu benar-benar duduk belajar di dalam kelas, menuntaskan minimal hingga jenjang SMP,” tegas Sabarudin saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/8/2026).

Sebagai langkah awal menyetarakan kualitas, Sabarudin mengambil kebijakan berani dengan memperketat Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Praktik lawas “titip-menitip” kursi sekolah favorit dipotong habis demi keadilan akses. Menurutnya, wajib belajar 9 tahun hanya bisa tuntas jika tidak ada kasta antar-sekolah. Dengan kualitas sekolah yang merata, motivasi anak untuk bertahan di sekolah terdekat dari rumahnya akan jauh lebih tinggi.

Baca Juga:  Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Langkah taktis ini diperkuat dengan intervensi langsung jaring pengaman ekonomi. Mulai Agustus 2026, Pemkab Belitung Timur menggelontorkan bantuan perlengkapan sekolah gratis yang secara ketat menyasar siswa baru kelas 1 SD dan kelas 7 SMP dari keluarga kurang mampu. Integrasi data penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi senjata agar bantuan ini tepat sasaran, meruntuhkan dinding batu bernama “biaya ekonomi” yang kerap menjadi alasan anak putus sekolah.

Bagi anak-anak Belitung Timur yang saat ini berada di bangku SMP, penuntasan wajib belajar 9 tahun ini dirancang sebagai batu loncatan besar. Dinas Pendidikan menginstruksikan seluruh kepala sekolah untuk mulai menggembleng siswa sejak dini agar mampu merebut kuota emas 20 persen di SMA Unggul Garuda Belitung Timur.

Namun, bagaimana dengan mereka yang sudah terlanjur “hilang” dan melewati usia sekolah? Di sinilah letak keunikan operasi ini. Sabarudin menegaskan bahwa pintu pendidikan tidak pernah dikunci. Melalui optimalisasi Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan PKBM, dinas membuka lebar-lebar Pendidikan Kesetaraan Paket A dan Paket B. Anak-anak yang bekerja di sektor informal dirangkul kembali, diberikan jadwal fleksibel agar hak wajib belajar 9 tahun mereka tetap terpenuhi secara legal.

“Pendidikan adalah fondasi jangka panjang. Jika satu anak saja putus sekolah sebelum lulus SMP, kita sedang menabung rantai kemiskinan baru untuk masa depan Belitung Timur. Kita tidak boleh membiarkan itu terjadi,” pungkas Sabarudin.

Kini, bola panas berada di tangan para kepala sekolah, guru, dan orang tua. Sinergi kolektif ini diharapkan mampu mengubah wajah pendidikan Belitung Timur, bukan lagi tentang seberapa banyak anak yang lulus, melainkan tentang komitmen memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal di belakang. (Arsoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Reses Tahap III 2026, Muhammad Dahnil Ginting Serap Aspirasi Warga Dusun XIV Desa Sampali
SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BRIMOB SUMUT HADIRKAN KEPEDULIAN LEWAT AKSI BERSIH LINGKUNGAN DAN RUMAH IBADAH
PASTIKAN PSMS MEDAN VS PERSIJA JAKARTA AMAN, PERSONEL JIBOM GE GANA BRIMOB SUMUT STERILISASI STADION UTAMA SUMATERA UTARA
SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BRIMOB SUMUT DAN TNI-POLRI SATUKAN SEMANGAT KEMANUSIAAN LEWAT DONOR DARAH
SENGKETA GANG KELUARGA MEDAN KOTA MEMANAS! AKSES JALAN DUA METER DIPERSOALKAN, DUGAAN PENGHINAAN HINGGA KEHADIRAN APARAT MENYISAKAN TANDA TANYA
Dugaan DNA Babi dalam Menu MBG Medan Menggemparkan! Hasil Uji Lab di Bogor Dipertanyakan, APH Didesak Bongkar Kejelasan Dokumen
Minggu Kasih Brimob Batalyon C: Merawat Iman, Menebar Kepedulian, Mengukir Kehangatan di Hati Jemaat
“Dari Lapangan Voli untuk Persaudaraan, Brimob Sumut Semarakkan HUT ke-81 dengan Marcopolo Cup”
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 12:32 WIB

Reses Tahap III 2026, Muhammad Dahnil Ginting Serap Aspirasi Warga Dusun XIV Desa Sampali

Rabu, 4 November 2026 - 10:19 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BRIMOB SUMUT HADIRKAN KEPEDULIAN LEWAT AKSI BERSIH LINGKUNGAN DAN RUMAH IBADAH

Rabu, 4 November 2026 - 10:07 WIB

PASTIKAN PSMS MEDAN VS PERSIJA JAKARTA AMAN, PERSONEL JIBOM GE GANA BRIMOB SUMUT STERILISASI STADION UTAMA SUMATERA UTARA

Selasa, 3 November 2026 - 15:09 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BRIMOB SUMUT DAN TNI-POLRI SATUKAN SEMANGAT KEMANUSIAAN LEWAT DONOR DARAH

Selasa, 3 November 2026 - 09:24 WIB

SENGKETA GANG KELUARGA MEDAN KOTA MEMANAS! AKSES JALAN DUA METER DIPERSOALKAN, DUGAAN PENGHINAAN HINGGA KEHADIRAN APARAT MENYISAKAN TANDA TANYA

Berita Terbaru