MEDAN, 1 Mei 2026 — Di tengah gemuruh mesin yang tak pernah benar-benar berhenti, di antara denting logam dan derap langkah di atas dermaga yang basah oleh keringat, ada kisah sunyi yang jarang terdengar: tentang pengabdian tanpa jeda, tentang tangan-tangan pekerja yang setia menjaga denyut nadi logistik negeri.
Pada momentum Hari Buruh Internasional 2026, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 tak sekadar memperingati—mereka menghidupkan kembali makna. Mengangkat tinggi martabat para pekerja yang selama ini berdiri di garis depan, menggerakkan roda ekonomi tanpa sorot lampu, namun dengan dedikasi yang tak tergantikan.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, dengan suara yang sarat makna menegaskan bahwa buruh bukanlah sekadar bagian dari sistem, melainkan jiwa yang memberi nyawa pada setiap denyut aktivitas pelabuhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Buruh adalah napas pelabuhan. Dari keringat mereka, kapal-kapal berlayar, logistik bergerak, dan ekonomi bangsa tetap hidup. Hari Buruh adalah momen untuk mengingat—bahwa di balik setiap kemajuan, ada pengorbanan yang sering kali luput dari perhatian,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan penghormatan mendalam kepada seluruh insan pekerja, khususnya mereka yang berjibaku di pelabuhan, menghadapi risiko, cuaca, dan waktu yang tak mengenal kompromi.
“Selamat Hari Buruh Internasional. Semoga setiap tetes keringat menjadi berkah, setiap lelah terbayar dengan kesejahteraan, dan setiap pengabdian mendapat tempat yang layak di hati bangsa,” tambahnya, penuh harap.
Sementara itu, Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menegaskan bahwa Hari Buruh bukan sekadar seremoni tahunan—melainkan panggilan nurani.
“Ini adalah tentang rasa hormat. Tentang memastikan setiap pekerja tidak hanya bekerja, tapi juga dihargai, dilindungi, dan didengar. Kami ingin menciptakan ruang kerja yang bukan hanya produktif, tapi juga manusiawi—tempat di mana setiap insan merasa memiliki dan dimiliki,” ungkapnya.
Lebih dari sekadar peringatan, Pelindo Regional 1 menegaskan komitmen: bahwa pekerja adalah fondasi dari setiap langkah transformasi. Tanpa mereka, tidak ada percepatan. Tanpa mereka, tidak ada masa depan.
Di Hari Buruh ini, pelabuhan-pelabuhan seakan berbicara—menyampaikan pesan yang menggetarkan: bahwa di setiap kapal yang berlayar, di setiap kontainer yang berpindah, tersimpan cerita tentang mereka yang bekerja dalam diam… namun jasanya menggema, melampaui lautan, menghidupkan harapan Indonesia.
Indra/humas













