Medan ~ Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia kembali menuai apresiasi dari masyarakat atas pelayanan paspor yang kini dinilai bukan hanya cepat dan efisien, tetapi juga lebih manusiawi dan menyentuh kebutuhan warga di tengah kesibukan hidup yang semakin padat.
Di balik ruang layanan yang tertata rapi, ada cerita kecil dari masyarakat yang merasakan langsung perubahan itu. Salah satunya, Karen Perli Halim, yang datang untuk melakukan penggantian paspor menjadi e-paspor di Immigration Lounge Cambridge.
Dengan nada haru, ia mengisahkan pengalamannya yang tidak disangka-sangka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya saya sempat bingung, bahkan tidak tahu harus ke mana. Tapi setelah sampai, saya benar-benar kaget… semuanya begitu cepat, tertib, dan tidak membuat kami menunggu lama. Tidak sampai setengah jam sudah selesai,” ungkapnya.
Bagi sebagian orang, mungkin itu hanya proses administrasi biasa. Namun bagi masyarakat yang harus membagi waktu antara pekerjaan, keluarga, dan tanggung jawab hidup, pelayanan yang cepat seperti ini terasa sangat berarti—seolah meringankan beban kecil yang selama ini sering dianggap sepele.
Karen juga berharap adanya informasi yang lebih jelas agar masyarakat lain tidak lagi merasa kebingungan saat pertama kali datang.
“Kalau bisa ke depan, informasinya dibuat lebih mudah dipahami, supaya orang yang datang tidak bingung lagi seperti saya tadi,” tambahnya dengan nada lembut.
Di sisi lain, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Polonia, Ridha Sah Putra menegaskan bahwa pelayanan publik bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang menghadirkan rasa nyaman dan kepastian bagi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa berbagai pembenahan terus dilakukan, mulai dari sistem antrean digital, verifikasi data, proses foto, hingga wawancara yang kini lebih tertata dan efisien. Semua itu dirancang agar masyarakat tidak lagi merasa terbebani oleh proses yang panjang dan melelahkan.
Tak hanya di kantor utama, layanan juga hadir lebih dekat melalui Mall Pelayanan Publik (MPP) dan Immigration Lounge Cambridge, sebagai bentuk upaya menghadirkan pelayanan yang lebih mudah dijangkau tanpa jarak yang menyulitkan.
Bahkan kini, pengambilan paspor pun dibuat lebih sederhana melalui fasilitas drive thru—sebuah langkah kecil yang memberi arti besar bagi mereka yang dikejar waktu dan kesibukan.
Di balik semua inovasi itu, tersimpan satu semangat yang terus dijaga:
bahwa pelayanan bukan sekadar urusan dokumen, tetapi juga tentang memudahkan langkah hidup seseorang, sekecil apa pun itu.
“Urus sendiri, datang sendiri, dan buktikan sendiri.”
Sebuah ajakan sederhana, namun menyimpan keyakinan bahwa perubahan pelayanan benar-benar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Indra













