Di Tengah Kelangkaan Solar, “Pelabuhan Siluman” di Sagulung Diduga Bebas Beroperasi di Balik Pagar Besi

- Penulis

Jumat, 29 Mei 2026 - 13:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepulauan Riau — Ketika masyarakat kecil harus antre panjang demi mendapatkan solar, sebuah aktivitas mencurigakan justru diduga berjalan mulus di balik pagar seng tinggi di kawasan Jalan Dapur 12, Kavling Melati, Sungai Pelunggut, Kecamatan Sagulung, Kepulauan Riau.

Di lokasi yang tertutup rapat itu, kendaraan-kendaraan tangki pengangkut BBM disebut keluar masuk nyaris setiap hari. Tidak ada papan nama perusahaan. Tidak terlihat izin usaha. Tidak ada transparansi. Namun aktivitas di dalamnya seolah hidup tanpa rasa takut, bergerak diam-diam di tengah sorotan publik yang semakin tajam.

Warga sekitar menyebut kawasan tersebut bak “pelabuhan siluman” — tersembunyi, tetapi ramai aktivitas. Ironisnya, dugaan kegiatan distribusi solar ilegal itu tetap berlangsung di saat masyarakat justru menjerit akibat sulitnya memperoleh BBM bersubsidi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Truk Tangki Masuk Tanpa Hambatan Pada Kamis, 23 April 2026, tim media melakukan penelusuran langsung ke lokasi. Dari hasil pemantauan, terlihat satu unit truk tangki berwarna biru putih bertuliskan “Solar Industri” dengan nomor polisi BP 8736 memasuki area berpagar seng hitam tersebut.

Tidak terlihat adanya pemeriksaan maupun pengawasan terbuka. Kendaraan itu masuk begitu saja ke dalam area tertutup, memperkuat dugaan bahwa aktivitas di lokasi tersebut telah berlangsung lama dan berjalan secara terorganisir.
Pemandangan itu memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: bagaimana aktivitas sebesar itu bisa berjalan tanpa tersentuh hukum?

Aktivitas Malam Hari dan Dugaan “Solar Kencing”
Keterangan warga semakin memperkuat dugaan adanya praktik distribusi BBM ilegal di kawasan tersebut. Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku aktivitas kendaraan tangki kerap berlangsung hingga malam hari.

“Sudah lama itu, Pak. Mobil tangki hampir tiap hari masuk. Kadang malam lebih ramai,” ujarnya pelan.
Ia juga mengungkap dugaan praktik yang dikenal masyarakat dengan istilah “solar kencing”, yakni pemindahan BBM dari kendaraan tangki ke kapal-kapal yang bersandar di sekitar lokasi.

Baca Juga:  Pasar Malam Diana Ria Hadirkan Mulyoharjo Fest di Pemalang, Sebulan Penuh Kebahagiaan untuk Warga

“Sekarang solar susah dicari masyarakat. Tapi di sana seperti tidak pernah kekurangan. Sering terlihat ada pengisian langsung ke kapal,” katanya.

Bagi warga sekitar, kondisi itu bukan lagi sekadar dugaan biasa. Mereka menilai aktivitas tersebut sudah berlangsung terang-terangan, namun seolah tak tersentuh.

Dugaan Adanya Beking dan Permintaan Tindakan Tegas
Keresahan warga semakin memuncak karena aktivitas tersebut diduga tidak mungkin berjalan sendiri. Masyarakat menduga ada keterlibatan oknum tertentu yang melindungi praktik tersebut sehingga tetap bebas beroperasi.

“Kalau memang aparat serius, pas mobil masuk langsung saja digerebek. Jangan sampai masyarakat berpikir hukum hanya tajam ke bawah,” ungkap warga dengan nada kecewa.

Pernyataan itu menjadi gambaran keresahan publik yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum, khususnya dalam pengawasan distribusi BBM di wilayah Kepulauan Riau.

Negara Dirugikan, Masyarakat Menanggung Dampaknya
Pengelolaan BBM merupakan sektor strategis yang diatur ketat oleh negara. Dugaan praktik distribusi ilegal bukan hanya berpotensi merugikan keuangan negara, tetapi juga menciptakan ketimpangan di tengah masyarakat yang kesulitan mendapatkan haknya.

Di saat nelayan, sopir, dan rakyat kecil harus berjuang mendapatkan solar untuk bertahan hidup, aktivitas di balik pagar seng itu justru diduga terus berjalan tanpa hambatan.

Kini masyarakat menunggu keberanian aparat penegak hukum untuk membuka apa yang sebenarnya terjadi di balik “pelabuhan siluman” tersebut. Sebab jika praktik seperti ini terus dibiarkan, maka yang perlahan hilang bukan hanya solar — tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap hukum.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GERCEP POLRES TEBING TINGGI BONGKAR FAKTA! Isu Bongkar Muat CPO Ilegal di Sergai Ternyata Tak Terbukti, Polisi Turun Langsung ke Lokasi
Menulis YAYASAN DJUWITA PRAKARSA: SAAT LEGALITAS MATI, SIAPA YANG MENJAGA MIMPI ANAK-ANAK?
Di Balik Sorak Garuda Muda, Ada Pengabdian yang Tak Pernah Mencari Tepuk Tangan
Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani HUT Bhayangkara ke-80, Kobarkan Semangat Juang dan Persaudaraan dalam Satu Lapangan Pengabdian
Saat Warga Terlelap, 100 Personel Brimob Sumut Tetap Terjaga Demi Rasa Aman Masyarakat
100 Brimob Siaga Penuh, Kawal Suara Rakyat hingga TPS: Demokrasi Desa Dijaga dengan Pengorbanan dan Kesetiaan
AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA
Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:16 WIB

GERCEP POLRES TEBING TINGGI BONGKAR FAKTA! Isu Bongkar Muat CPO Ilegal di Sergai Ternyata Tak Terbukti, Polisi Turun Langsung ke Lokasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:14 WIB

Menulis YAYASAN DJUWITA PRAKARSA: SAAT LEGALITAS MATI, SIAPA YANG MENJAGA MIMPI ANAK-ANAK?

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:40 WIB

Di Balik Sorak Garuda Muda, Ada Pengabdian yang Tak Pernah Mencari Tepuk Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:36 WIB

Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani HUT Bhayangkara ke-80, Kobarkan Semangat Juang dan Persaudaraan dalam Satu Lapangan Pengabdian

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:29 WIB

Saat Warga Terlelap, 100 Personel Brimob Sumut Tetap Terjaga Demi Rasa Aman Masyarakat

Berita Terbaru