Tapanuli Selatan — Di tengah sejuknya perbukitan Desa Sampean, Kecamatan Sipirok, tersimpan satu sumber kehidupan yang selama ini menjadi tumpuan harapan masyarakat. Dari mata air itulah warga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, Kamis (11/06/2026), suasana di sekitar sumber air itu tampak berbeda. Puluhan personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut hadir, bukan membawa perlengkapan pengamanan, melainkan alat-alat kebersihan untuk menjaga sumber kehidupan masyarakat tetap mengalir.
Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, personel Brimob melaksanakan aksi nyata melalui program “Indonesia Asri oleh Polda Sumut” dengan membersihkan sumber mata air utama yang menjadi urat nadi kehidupan warga Desa Sampean.
Dipimpin langsung oleh AKP Budi Makmur, S.H., M.M., selaku Komandan Kompi-2 Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut, para personel turun ke medan yang berlumpur dan dipenuhi semak belukar. Dengan semangat pengabdian dan jiwa gotong royong yang tinggi, mereka bahu-membahu mengangkat sampah, mengeruk endapan tanah yang menghambat aliran air, memangkas rumput liar, hingga menata kembali lingkungan sekitar mata air agar tetap bersih dan lestari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suara mesin babat yang meraung memecah keheningan desa, berpadu dengan ayunan cangkul dan sekop yang tak henti bekerja. Keringat yang membasahi seragam para personel menjadi saksi bahwa pengabdian Polri tidak hanya diwujudkan melalui penjagaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian terhadap alam dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan menggunakan berbagai peralatan seperti cangkul, sekop, angkong, dan mesin babat, personel Brimob bekerja tanpa mengenal lelah demi memastikan sumber air yang selama ini menjadi penopang kehidupan warga tetap bersih, jernih, dan dapat dimanfaatkan untuk generasi yang akan datang.
Aksi kemanusiaan ini menjadi gambaran nyata bahwa Polri hadir bukan hanya sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga lingkungan. Mata air yang bersih bukan sekadar sumber air, melainkan simbol harapan, kesehatan, dan masa depan masyarakat yang harus dijaga bersama.
Kehadiran Brimob di tengah masyarakat pun mendapat sambutan hangat dan apresiasi dari warga Desa Sampean. Mereka menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat hubungan antara Polri dan rakyat.
Melalui kegiatan ini, semangat Hari Bhayangkara ke-80 tidak hanya diperingati dengan seremoni, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Sebab menjaga mata air berarti menjaga kehidupan, dan menjaga kehidupan adalah bentuk pengabdian yang paling mulia.
Indra/humas













