Bupati Beltim Bahas Potensi Dampak Kesehatan dari Aktivitas Meja Goyang Bersama Kemenkes RI

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belitung Timur ~Bupati Belitung Timur (Beltim), Kamarudin Muten melakukan audiensi dengan Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI, dr. Then Suyanti, di Gedung Adhyatma Kemenkes, Jakarta, Rabu (24/06/2026). Audiensi tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Beltim mencari solusi komprehensif terhadap isu aktivitas meja goyang di daerah.

Disampaikan oleh Kamarudin bahwa audiensi ini dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah memperoleh masukan dan kajian dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kemenkes RI sebagai instansi yang memiliki kewenangan dan kompetensi di bidang kesehatan lingkungan terkait praktik meja goyang yang berkembang di masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pertemuan tersebut, Kamarudin menyampaikan bahwa persoalan meja goyang merupakan isu multidimensi yang memerlukan perhatian dan kajian dari berbagai pihak. Oleh karena itu, Pemkab Beltim juga ingin mendorong agar isu aktivitas meja goyang ini menjadi perhatian pemerintah pusat secara lebih luas.

“Kami ingin memperoleh masukan dari aspek kesehatan lingkungan terkait praktik meja goyang yang berkembang di masyarakat. Di saat yang sama, kami juga ingin mengangkat isu ini agar menjadi perhatian bersama, karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga lingkungan, aspek teknis pertambangan, dan keberlanjutan wilayah,” jelas Bupati.

Baca Juga:  Peran Jadi Kunci: Kejaksaan Tegaskan Tersangka Kasus BOS MAS Farhan Bukan karena Status Guru

Lebih lanjut, Ia berharap adanya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mengkaji serta merumuskan langkah penanganan yang tepat. Selain Kementerian Kesehatan RI, Pemkab Beltim juga mendorong keterlibatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk melakukan kajian ilmiah berbasis data, Kementerian Lingkungan Hidup untuk menelaah dampak lingkungan yang ditimbulkan, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk memberikan pandangan dari aspek tata kelola dan regulasi kegiatan pertambangan.

“Kolaborasi antar instansi sangat diperlukan agar penanganan isu meja goyang tidak dilakukan secara parsial, melainkan berdasarkan kajian yang komprehensif dan mempertimbangkan seluruh aspek yang berkaitan. Nantinya hasil konsultasi dan koordinasi ini akan menjadi salah satu dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan penataan yang lebih terukur dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui koordinasi dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, diharapkan dapat menghadirkan solusi yang seimbang antara kepentingan masyarakat, perlindungan kesehatan, serta kelestarian lingkungan, sehingga tercipta tata kelola aktivitas pertambangan yang lebih tertib, aman, dan berkelanjutan.

Hadir mendampingi Bupati dalam audiensi, Pimpinan DPRD Kabupaten Beltim, dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Beltim. (Arsoyo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Torehkan Prestasi di Panggung Nasional, Personel Brimob Polda Sumut Harumkan Nama Sumatera Utara di Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026
Bentrok di Areal PT Bridgestone Berujung Kobaran Api, Brimob Sumut Bergerak Cepat Redam Situasi
Di Tengah Luka Akibat Puting Beliung, Maruli Siahaan Hadir Membawa Harapan bagi Warga Sei Semayang
KONI Beltim dan STKIP Pasundan Perluas Kesempatan Beasiswa Atlet Berprestasi dan Pembinaan SDM Guru Olahraga
BRIMOB SUMUT KEMBALI BUKTIKAN DIRI DI GARIS TERDEPAN! Wakapolda Apresiasi Loyalitas dan Dedikasi Personel untuk Masyarakat
PELINDO BELAWAN BERIKAN PENGHORMATAN TERTINGGI UNTUK PARA PAHLAWAN LAUT PADA HARI PELAUT SEDUNIA 2026
Ka. KPLP Lapas Batam Ciptakan SI OMEGA, Solusi Digital Pengawasan HP Petugas Menuju Zero HALINAR
PROF DR SUTAN NASOMAL BONGKAR DUGAAN “PERAMPOKAN RAKSASA” KEKAYAAN INDONESIA: Rp16.000 TRILIUN LENYAP SELAMA 60 TAHUN, KE MANA APARAT PENEGAK HUKUM?
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:54 WIB

Torehkan Prestasi di Panggung Nasional, Personel Brimob Polda Sumut Harumkan Nama Sumatera Utara di Kejuaraan Karate Piala Kapolri 2026

Jumat, 26 Juni 2026 - 06:05 WIB

Bentrok di Areal PT Bridgestone Berujung Kobaran Api, Brimob Sumut Bergerak Cepat Redam Situasi

Jumat, 26 Juni 2026 - 05:29 WIB

Di Tengah Luka Akibat Puting Beliung, Maruli Siahaan Hadir Membawa Harapan bagi Warga Sei Semayang

Kamis, 25 Juni 2026 - 14:00 WIB

KONI Beltim dan STKIP Pasundan Perluas Kesempatan Beasiswa Atlet Berprestasi dan Pembinaan SDM Guru Olahraga

Kamis, 25 Juni 2026 - 13:19 WIB

BRIMOB SUMUT KEMBALI BUKTIKAN DIRI DI GARIS TERDEPAN! Wakapolda Apresiasi Loyalitas dan Dedikasi Personel untuk Masyarakat

Berita Terbaru