“Ngamuk” Karena Gagal Bertemu Kajati? Forwaka Tuding Jaksa Anti Kritik, Kejati Sumut Akhirnya Buka Suara

- Penulis

Selasa, 12 Mei 2026 - 10:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MEDAN — Polemik panas antara oknum yang mengatasnamakan Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara akhirnya pecah ke publik. Bermula dari keinginan bertemu Kepala Kejaksaan Tinggi Sumut yang tak kunjung terlaksana, tudingan keras pun dilempar: Jaksa disebut anti kritik hingga Kasi Penkum dituduh membentak wartawan lewat sambungan telepon.
Situasi itu sontak memantik kegaduhan di kalangan insan pers dan memunculkan berbagai opini liar di media sosial maupun sejumlah portal pemberitaan.

Namun Kejati Sumut membantah keras seluruh tudingan tersebut.
Melalui Kepala Seksi Penerangan Hukum, Rizaldi SH MH, Kejati Sumut menegaskan bahwa institusinya tidak pernah anti kritik dan tetap membuka ruang komunikasi bagi seluruh insan pers tanpa membeda-bedakan forum maupun kelompok media tertentu.
“Pers adalah mitra strategis Kejaksaan dalam mendukung penegakan hukum yang profesional dan bermartabat. Jadi tidak benar kalau ada tuduhan Jaksa anti kritik,” tegas Rizaldi di ruang kerjanya, Senin sore (11/5/2026), di hadapan sejumlah wartawan yang sehari-hari meliput di lingkungan Kejati Sumut.

Menurut Rizaldi, kegaduhan itu bermula saat sekelompok oknum media meminta bertemu langsung dengan Kajati Sumut pada Jumat (8/5/2026). Permintaan itu, kata dia, sebenarnya sudah direspons baik dan akan difasilitasi, namun diminta menunggu waktu yang tepat karena pimpinan sedang memiliki agenda dinas.

Alih-alih menunggu, rombongan tersebut justru datang mendadak secara beramai-ramai ke Gedung PTSP Kejati Sumut.

“Saat itu sudah dijelaskan bahwa bapak Kajati sedang berada di luar kota, Asintel juga tidak berada di tempat, sementara saya sedang menjalani WFH sesuai jadwal efisiensi energi pemerintah. Tapi informasi yang berkembang malah digiring seolah-olah kami menolak wartawan,” ungkap Rizaldi.

Tak berhenti sampai di situ, narasi demi narasi kemudian bergulir liar. Kajati Sumut dituding enggan bertemu wartawan, bahkan muncul tuduhan bahwa Kasi Penkum “ngamuk” dan membentak melalui telepon.

Rizaldi menyebut tudingan itu sebagai opini sepihak yang tidak berdasar dan dinilai sengaja digiring untuk menyudutkan institusi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara.

“Kami tetap terbuka terhadap kritik yang membangun. Selama ini semua rekan media kami layani secara profesional. Bahkan setiap kegiatan dan penanganan perkara selalu kami bagikan ke grup WhatsApp media lengkap dengan dokumentasi tanpa membedakan media ataupun forum tertentu,” katanya.

Pernyataan itu sekaligus menjadi penegasan bahwa hubungan Kejati Sumut dengan insan pers sejauh ini tetap berjalan harmonis. Di tengah memanasnya isu, Kejati Sumut memastikan komunikasi dengan media akan terus dijaga secara humanis dan profesional demi menjaga transparansi penegakan hukum di Sumatera Utara.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama
Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang
Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi
Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta
Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!
Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat
Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden
ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:49 WIB

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:04 WIB

Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57 WIB

Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:02 WIB

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:33 WIB

Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!

Berita Terbaru

Daerah

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Jul 2026 - 14:49 WIB