Dugaan Kembali Menguat: Belasan Alat Berat Masuk Area Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Warga Pertanyakan Seriusnya Penindakan Aparat

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tano Tombangan — Aktivitas tambang ilegal di kawasan perbatasan Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal, tepatnya di Aek Jarum Muara Batanggadis, Hulu Barat Daya Desa Panabari, Kecamatan

Tanotombangan Angkola, kembali menjadi sorotan publik.
Belasan alat berat dilaporkan kembali memasuki kawasan yang diduga kuat sebagai lokasi tambang ilegal tersebut, meski sebelumnya sempat dilakukan penindakan oleh aparat kepolisian.

“Sudah enam belas, Lae… alat berat masuk lagi,” ungkap salah seorang warga Desa Panabari berinisial H, Minggu (17/5/2026), dengan nada kecewa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga lainnya berinisial R juga membenarkan aktivitas tersebut sudah berlangsung kembali dalam sepekan terakhir.
“Sudah satu minggu ini bang,” ujarnya.

Menurut warga, aktivitas alat berat itu tidak hanya merusak kawasan hutan, tetapi juga berdampak langsung pada lingkungan sekitar. Air Pancuran yang selama ini menjadi sumber pemandian umum warga kini berubah keruh dan berlumpur. Kondisi tersebut diperparah saat hujan, ketika aliran air diduga tersumbat material kayu dan tanah dari aktivitas pembukaan lahan.

Dugaan dan Kecurigaan Warga Muncul Di tengah aktivitas yang kembali berjalan, warga mulai mempertanyakan efektivitas penegakan hukum di lapangan. Sejumlah masyarakat bahkan menilai penindakan sebelumnya yang dilakukan aparat hanya bersifat sementara.

“Penggerebekan kemarin itu seperti tidak ada hasil. Tidak ada yang ditahan, sekarang malah alat berat masuk lagi,” keluh warga.
Bahkan, beredar informasi di tengah masyarakat bahwa aktivitas di lokasi tersebut seolah mendapat “pengamanan” dari pihak-pihak tertentu. Namun demikian, informasi tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat diverifikasi secara resmi.

Baca Juga:  KERJA KERAS YANG BERBUAH PENGHARGAAN, KEJARI BELAWAN RAIH PERINGKAT PERTAMA PEMULIHAN ASET SEMESTER I 2026

“Polda ini…,” ujar warga berinisial R menirukan pernyataan seorang yang diduga koordinator lapangan di lokasi.

Upaya Konfirmasi Belum Berhasil
Untuk memperoleh kejelasan, tim wartawan mencoba melakukan konfirmasi ke sejumlah pihak di lingkungan Polda Sumatera Utara, termasuk Ditreskrimsus dan Bidang Humas.

Namun, saat mendatangi ruang pelayanan, pihak piket menyampaikan bahwa pejabat terkait sedang berada dalam rapat. Setelah menunggu, tim kemudian diarahkan ke Bidang Humas, namun kembali mendapat penjelasan bahwa pejabat yang bersangkutan juga sedang mengikuti agenda rapat.

Tim hanya bertemu dengan salah satu staf humas bernama Fajar, yang menyampaikan bahwa informasi tersebut akan diteruskan kepada pimpinan.

“Akan kami sampaikan ke atasan,” ujar Fajar kepada tim wartawan.
Karena belum mendapatkan keterangan resmi dari pihak berwenang, tim media akhirnya meninggalkan lokasi dengan catatan akan terus melakukan penelusuran dan konfirmasi lanjutan pada pemberitaan berikutnya.

Catatan Redaksi
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kembali masuknya alat berat di lokasi yang diduga tambang ilegal tersebut, termasuk soal dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang beredar di masyarakat.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru