BATAM – Isak tangis memecah keheningan di halaman Gedung BP Batam. Puluhan pedagang kecil dari kawasan depan PT Wasco, Tanjung Uncang, berdatangan penuh harap pasca digusur kembali pada Kamis (21/5/2026). Niat hati suci, hanya ingin bertemu langsung Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, demi menagih janji yang dianggap sudah diingkari. Namun, harapan itu pupus sudah. Mereka tak diizinkan bertemu, hanya diterima Deputi BP Batam, Denny.

Suasana berubah pilu saat Erna Siboro, perwakilan pedagang, tak kuasa menahan air mata. Di hadapan petugas dan puluhan rekannya yang pasrah, ia menangis terisak-isak, memohon agar suaranya didengar. “Kami cuma mau cari makan halal, biaya sekolah anak, dan obat orang tua. Dulu Bu Li Claudia datang, bilang lahan ini milik pemerintah, bukan milik PT Sigma. Beliau izinkan kami jualan lagi asal tertib, bersih, dan tak ganggu jalan. Kami sudah ikuti semua, kami sudah tertib, tapi kenapa sekarang kami diusir lagi? Di mana janji itu?” ucap Erna dengan suara parau menahan tangis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kekecewaan ini meledak bukan tanpa sebab. Tanggal 30 April 2026 lalu, Li Claudia disebut turun langsung ke lokasi, berdialog, dan memberikan lampu hijau serta harapan nyata: “Boleh berusaha, asal tertib”. Para pedagang percaya, mereka patuh, mereka bersihkan lingkungan, dan mereka pastikan akses jalan lancar. Tapi kenyataan pahit kembali datang: gusuran berulang terjadi, posisi mereka kembali kosong, dan nasib mereka kembali tak jelas.
“Kami merasa dibohongi. Dikasih harapan tinggi, lalu diputus paksa begitu saja. Kalau kebijakan berubah, bilang alasannya apa, dasar hukumnya apa. Jangan biarkan kami bingung dan bingung,” seru salah satu pedagang dengan nada marah bercampur sedih.
Publik pun kini bertanya keras: Apakah ucapan pejabat hanya sekadar kata-kata tanpa kekuatan? Mengapa solusi relokasi tak pernah ada untuk rakyat kecil? Apakah penataan kota harus selalu menenggelamkan mata pencaharian warga?
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Li Claudia Chandra, pihak BP Batam, Satpol PP, maupun PT Sigma Aurora Property. Janji yang terucap sebulan lalu kini menjadi tanda tanya besar, sementara para pedagang pulang dengan tangan kosong dan hati yang makin terluka.
Sajarudin













