Kasus Mobil Brio Hilang Berujung Tersangka: Kinerja Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang Disorot, Diduga Abaikan Rangkaian Pelaku

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 04:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Penanganan kasus dugaan penggelapan satu unit mobil kembali menuai sorotan tajam. Kinerja Wakasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKP Agung Joko Haryono, dipertanyakan setelah muncul dugaan adanya perubahan arah penyelidikan yang dinilai tidak konsisten dan merugikan pelapor.

Kasus ini bermula dari laporan seorang warga, Anis Sugiarti, yang pada 12 Mei 2025 mengadukan dugaan penggelapan satu unit mobil Honda Brio bernomor polisi H 1747 JM warna abu-abu ke Polsek Semarang Utara. Laporan tersebut ditangani oleh Tim II Unit Reskrim.

Namun dalam perkembangan perkara, hasil gelar perkara di Sat Reskrim Polrestabes Semarang pada 30 Oktober 2025 memutuskan penghentian penyelidikan terhadap terlapor awal, Nur Aini, dengan alasan bukan tindak pidana. Di sisi lain, hasil penyelidikan justru mengarah kepada nama lain, yakni Fatanul Alim, sebagai pihak yang diduga melakukan penggelapan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi yang dihimpun menyebutkan, mobil milik korban awalnya digadaikan kepada Nur Aini sebesar Rp10 juta. Kendaraan tersebut kemudian berpindah tangan secara berantai, dari Nur Aini ke Yossy Handri Arifianto sebesar Rp15 juta, hingga akhirnya ke Fatanul Alim dengan nilai Rp40 juta.

Persoalan semakin kompleks ketika para pihak diduga mengarahkan korban untuk melakukan top up melalui salah satu perusahaan leasing. Dengan bujuk rayu, korban mengikuti skenario tersebut hingga dana sebesar Rp40 juta dicairkan dan ditransfer. Setelah transaksi terjadi, mobil justru hilang dan hingga kini tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga:  “Skema Dugaan Peras Terselubung? Pinjam Rp18 Juta, Diperas Hingga Rp44 Juta—Akta Notaris Diduga Disulap Jadi Senjata Tekanan”

Ironisnya, korban yang sebelumnya melapor justru dilaporkan balik oleh pihak leasing, PT Nusa Surya Cipta, pada 24 November 2025 dengan tuduhan penggelapan. Tak lama kemudian, korban ditetapkan sebagai tersangka, sementara kendaraan belum ditemukan.

Pihak pendamping korban mempertanyakan keputusan penghentian penyelidikan terhadap Nur Aini. Mereka menilai seluruh pihak yang terlibat merupakan satu rangkaian peristiwa yang tidak dapat dipisahkan. Penentuan peran masing-masing pelaku, menurut mereka, seharusnya mengacu pada ketentuan hukum pidana yang berlaku, tanpa menghilangkan keterlibatan pihak tertentu.

“Kami melihat ada kejanggalan serius dalam penanganan perkara ini. Bagaimana mungkin terlapor awal dihentikan, tetapi muncul nama baru seolah berdiri sendiri. Ini satu rangkaian, tidak bisa dipotong-potong,” tegas pihak pendamping.

Saat ini, kondisi korban dinilai sangat memprihatinkan. Selain kehilangan kendaraan, ia juga harus menghadapi status sebagai tersangka dalam perkara yang dilaporkannya sendiri.

Menanggapi hal ini, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah membuka ruang pengaduan masyarakat (Dumas) dan menyatakan kesiapan untuk melakukan audit terhadap penanganan perkara apabila terdapat permintaan atensi resmi.

Kasus ini kini menjadi perhatian publik dan diharapkan mendapatkan penanganan transparan serta profesional, guna memastikan keadilan benar-benar ditegakkan tanpa tebang pilih.

Redaksi

#kapolri

#irwasum

#kadivpropam

#kapoldajawat

engah

#dirkrimumpol

dajawatengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru