Di Balik Seragam Guru, Ada Tanggung Jawab yang Tak Boleh Dikhianati

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deli Serdang — Di tengah harapan masyarakat yang begitu besar terhadap dunia pendidikan, terselip kabar yang mengguncang. Kasus dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di MAS Farhan Syarif Hidayah kini menyeret lima orang ke dalam pusaran hukum.

Namun, Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Deli Serdang di Labuhan Deli menegaskan satu hal penting: hukum tidak pernah melihat profesi, melainkan perbuatan.

Penetapan tersangka, kata pihak kejaksaan, bukan karena mereka menyandang status sebagai guru atau tenaga pendidik. Melainkan karena peran yang diduga kuat terlibat dalam pengelolaan dana negara yang seharusnya menjadi nafas bagi dunia pendidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Subseksi Intelijen Cabjari Deli Serdang di Labuhan Deli, Andrew Mugabe, menyampaikan dengan tegas namun penuh kehati-hatian bahwa proses ini berjalan sesuai koridor hukum.

“Yang kami nilai adalah perbuatannya. Bukan profesinya,” ujarnya, Minggu (19/4/2026), menegaskan bahwa sedikitnya dua alat bukti telah menguatkan langkah hukum tersebut.

Di balik angka-angka yang terungkap—Rp486 juta dana BOS yang digelontorkan, dan sekitar Rp268 juta yang diduga merugikan negara—tersimpan ironi yang mendalam. Dana yang seharusnya menjadi penopang masa depan generasi muda, justru diduga diselewengkan melalui laporan pertanggungjawaban fiktif selama enam semester.

Baca Juga:  Jusuf Kalla Diseret Isu, Balik Melawan: Tegas Netral, Bantah Tudingan Dana Polemik Ijazah Jokowi

Lima nama kini tercatat sebagai tersangka: HA, RT, BAK, M, dan AA. Mereka berasal dari peran yang berbeda, namun diduga terhubung dalam satu rangkaian peristiwa yang sama.

Meski belum dilakukan penahanan, proses hukum terus berjalan. Pemanggilan demi pemanggilan dilakukan, bukti demi bukti didalami—semua demi menghadirkan keadilan yang utuh, bukan sekadar cepat.

Kejaksaan menegaskan, tidak ada ruang untuk kriminalisasi. Tidak pula ada tempat bagi prasangka. Hukum berdiri di atas asas keadilan—setara bagi siapa pun.

Di tengah proses ini, satu pesan yang menggema: bahwa kepercayaan adalah amanah. Dan ketika amanah itu dikhianati, luka yang ditinggalkan bukan hanya pada negara, tetapi juga pada harapan banyak orang.

“Penyidikan masih terus berjalan,” pungkas Andrew.

Dan masyarakat pun menunggu—bukan hanya akhir dari sebuah kasus, tetapi juga tegaknya keadilan yang sesungguhnya.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru