HOROR ANTRIAN BBM MENGGUNCANG INDONESIA! RAKYAT MENUNGGU BERJAM-JAM, EKONOMI TERANCAM, PEMERINTAH DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN

- Penulis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Jeritan keresahan mulai terdengar dari berbagai penjuru negeri. Di tengah himpitan ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, masyarakat kini kembali dihadapkan pada kenyataan yang menguras tenaga, waktu, dan harapan.

Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU menjadi pemandangan yang semakin mengkhawatirkan dan memunculkan ketakutan baru di tengah rakyat: apakah Indonesia sedang menuju krisis ketersediaan BBM?

Setiap hari, barisan kendaraan roda dua dan roda empat tampak mengular panjang bak ular raksasa yang tak berujung. Para pengendara rela menunggu satu hingga dua jam, bahkan lebih, hanya untuk mendapatkan beberapa liter bahan bakar demi melanjutkan aktivitas mereka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah sengatan matahari yang membakar kulit dan debu jalanan yang menyelimuti tubuh, rakyat dipaksa bertarung dengan waktu demi kebutuhan yang seharusnya mudah mereka peroleh.

Pemandangan tersebut menjadi ironi yang menyayat hati. Indonesia selama ini dikenal dunia sebagai negeri yang dikaruniai kekayaan alam luar biasa. Minyak bumi, emas, nikel, batu bara, dan berbagai sumber daya lainnya tersimpan melimpah di perut bumi Nusantara. Namun di tengah limpahan kekayaan itu, rakyat justru harus berdiri berjam-jam dalam antrean panjang hanya untuk mendapatkan BBM.

Kondisi tersebut mendapat perhatian serius dari Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH., Pakar Hukum Internasional dan Ekonom Nasional, saat memberikan tanggapan kepada sejumlah media nasional dan internasional dari Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka di kawasan Cijantung, Jakarta.

Dengan nada penuh keprihatinan, Prof. Sutan Nasomal menilai bahwa pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan terukur untuk meredam kegelisahan masyarakat yang semakin meluas.

“Ketakutan rakyat tidak boleh dibiarkan tumbuh menjadi kepanikan. Negara harus hadir memberikan jaminan bahwa stok BBM aman, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat tidak perlu dihantui kecemasan setiap kali hendak mengisi bahan bakar. Jika tidak segera ditangani, dampaknya akan merambat ke seluruh sendi kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Prof. Sutan Nasomal, horor antrean BBM bukan sekadar persoalan antrean biasa. Di balik panjangnya barisan kendaraan itu, terdapat jutaan rakyat yang kehilangan waktu produktif, kehilangan peluang mencari nafkah, bahkan kehilangan harapan akan kemudahan hidup yang seharusnya dijamin negara.
Para pekerja terlambat masuk kantor. Pedagang kehilangan jam berdagang. Sopir angkutan

kehilangan pendapatan. Pengemudi ojek online kehilangan pelanggan. Sementara masyarakat kecil yang setiap hari berjuang memenuhi kebutuhan keluarga harus rela mengorbankan tenaga demi mendapatkan BBM.

Baca Juga:  Ketum FRIC H.Dian Surahman Kawal Ketat Kasus Paoman Indramayu: Tuntut Hukuman Mati untuk Terdakwa!

“Ini bukan hanya soal bahan bakar. Ini soal kehidupan rakyat. Ketika masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam di antrean, sesungguhnya ada roda ekonomi yang ikut melambat. Ada pendapatan yang hilang, ada pekerjaan yang tertunda, dan ada keluarga yang menunggu nafkah di rumah,” ujarnya.

Lebih jauh, Prof. Sutan Nasomal mengingatkan bahwa dampak dari persoalan BBM dapat memicu efek berantai yang sangat luas. Kenaikan biaya transportasi akan berdampak pada distribusi barang, yang kemudian mendorong naiknya harga kebutuhan pokok. Pada akhirnya, rakyat kecil kembali menjadi pihak yang paling merasakan beban.

“Hari ini rakyat antre membeli BBM. Besok mereka harus menghadapi kenaikan harga barang. Lusa mereka dipaksa mengurangi kebutuhan rumah tangga karena penghasilan tidak lagi mampu mengejar biaya hidup. Inilah yang harus dicegah sebelum menjadi persoalan sosial yang lebih besar,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah pusat dan daerah untuk segera memperluas program pasar murah, menjaga stabilitas harga pangan, serta memastikan bantuan sosial benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dalam kesempatan itu, Prof. Sutan Nasomal turut menyoroti nasib para lansia dan anak-anak yatim yang berada di pelosok daerah. Menurutnya, kelompok rentan tersebut harus menjadi prioritas perhatian pemerintah di tengah situasi ekonomi yang semakin berat.

“Jangan biarkan para lansia yang sudah tidak mampu bekerja menghadapi hari tua dalam kesulitan. Jangan biarkan anak-anak yatim kehilangan harapan karena kurangnya perhatian. Negara harus hadir dengan hati, bukan hanya dengan kebijakan,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Prof. Sutan Nasomal mengingatkan bahwa rakyat saat ini membutuhkan kepastian dan ketenangan, bukan ketidakpastian yang memicu kecemasan berkepanjangan.

“Antrean BBM yang mengular bukan hanya deretan kendaraan yang menunggu giliran. Di dalamnya ada kegelisahan rakyat, ada harapan yang sedang diuji, dan ada pertanyaan besar yang menunggu jawaban. Negara harus bergerak cepat sebelum keresahan ini berubah menjadi jeritan yang menggema dari kota-kota besar hingga pelosok desa di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Narasumber:
Prof. Dr. Sutan Nasomal, SH., MH.
Pakar Hukum Internasional, Ekonom Nasional, Presiden Partai Oposisi Merdeka, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia, dan Pengasuh Ponpes ASS SAQWA PLUS.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama
Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang
Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi
Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta
Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!
Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat
Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden
ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 14:49 WIB

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:04 WIB

Hadir di Garda Terdepan, Brimob Polda Sumut dan Polres Tebing Tinggi Perkuat Benteng Keamanan PT Bridgestone, Warga Merasa Lebih Tenang

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:57 WIB

Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sumut Ungkap Fakta di Balik Ledakan Grand Polonia, Titik Kebocoran Pipa Gas Berusia 23 Tahun Akhirnya Teridentifikasi

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:02 WIB

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:33 WIB

Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!

Berita Terbaru

Daerah

Kolaborasi Strategis dan Komitmen Bersama

Rabu, 29 Jul 2026 - 14:49 WIB