“Terminal LPG PT Pertamina Patra Niaga di Belawan Jadi ‘Kuburan Besi’, Aparat Diminta Turun Tangan”

- Penulis

Jumat, 8 Mei 2026 - 04:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belawan~  Di sudut kawasan pelabuhan Belawan, berdiri kerangka-kerangka baja raksasa yang dulu digadang-gadang akan menjadi kebanggaan energi nasional. Namun hari ini, proyek terminal LPG milik PT Pertamina Patra Niaga⁠� itu justru berubah menjadi pemandangan pilu — sunyi, terbengkalai, dan perlahan dimakan karat.

Tak ada lagi dentuman alat berat. Tak terdengar suara pekerja. Angin laut hanya meniup debu dan karat yang melekat di besi-besi proyek bernilai besar tersebut. Di balik pagar proyek yang mulai kusam, masyarakat hanya melihat bangunan setengah jadi yang seolah menjadi simbol matinya harapan dan hilangnya tanggung jawab.

Yang tersisa kini hanyalah pertanyaan besar yang menggantung di langit Belawan: ke mana sebenarnya uang negara itu mengalir?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek strategis berskala nasional yang seharusnya menopang kebutuhan energi rakyat itu kini lebih mirip “kuburan besi raksasa”. Besi-besi penyangga tampak keropos dimakan cuaca. Sebagian struktur mulai kusam dan berkarat. Sementara penyelesaiannya seperti tenggelam tanpa kabar.

Masyarakat menilai kondisi tersebut bukan sekadar keterlambatan proyek biasa, tetapi sudah menjadi luka terbuka yang mencederai kepercayaan rakyat terhadap pengelolaan proyek negara.

Saat dikonfirmasi awak media, petugas keamanan di area PT Pertamina Patra Niaga Regional S&D I Fuel Terminal Medan Group⁠�, Jalan Minyak No.1 Belawan, menyebut vendor lama proyek pembangunan tangki LPG itu telah diganti. Namun pergantian tersebut belum mampu menjawab keresahan publik yang terus membesar dari hari ke hari.

Baca Juga:  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Di warung kopi, di pelabuhan, hingga di lorong-lorong pemukiman warga Belawan, nama proyek itu kini menjadi bahan pembicaraan penuh kekecewaan. Warga mempertanyakan bagaimana proyek bernilai besar bisa dibiarkan terbengkalai begitu lama tanpa kejelasan.

Tokoh masyarakat Belawan yang tidak mau disebutkan namanya  bahkan secara terbuka meminta aparat penegak hukum segera turun tangan membongkar apa yang sebenarnya terjadi di balik proyek mangkrak tersebut.

“Kami minta aparat jangan diam! Jangan biarkan uang negara habis lalu rakyat hanya disuguhi besi-besi berkarat. Siapa yang bertanggung jawab atas proyek ini harus diperiksa dan diungkap ke publik!” tegas salah satu warga yang tidak mau namanya di publikasikan dengan nada geram.

Ia menyebut rakyat kecil setiap hari berjuang mencari makan, sementara proyek miliaran rupiah justru seperti hilang arah tanpa pertanggungjawaban yang jelas.

“Kalau ada kelalaian, bongkar. Kalau ada permainan, usut sampai tuntas. Jangan sampai proyek sebesar ini berubah menjadi monumen kegagalan dan simbol hilangnya amanah kepada rakyat,” lanjutnya.

Kini terminal LPG itu berdiri bisu di tepi pelabuhan. Karat terus menjalar di setiap sudut konstruksi, seolah menjadi saksi diam membusuknya proyek yang pernah dijanjikan sebagai harapan masa depan energi negeri.

Dan selama belum ada penjelasan resmi yang terang-benderang, satu suara akan terus bergema dari Belawan:

“Rakyat tidak butuh bangunan mangkrak. Rakyat butuh kejujuran, tanggung jawab, dan keadilan.”

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menulis YAYASAN DJUWITA PRAKARSA: SAAT LEGALITAS MATI, SIAPA YANG MENJAGA MIMPI ANAK-ANAK?
Di Balik Sorak Garuda Muda, Ada Pengabdian yang Tak Pernah Mencari Tepuk Tangan
Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani HUT Bhayangkara ke-80, Kobarkan Semangat Juang dan Persaudaraan dalam Satu Lapangan Pengabdian
Saat Warga Terlelap, 100 Personel Brimob Sumut Tetap Terjaga Demi Rasa Aman Masyarakat
100 Brimob Siaga Penuh, Kawal Suara Rakyat hingga TPS: Demokrasi Desa Dijaga dengan Pengorbanan dan Kesetiaan
AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA
Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?
Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 3 Juni 2026 - 07:14 WIB

Menulis YAYASAN DJUWITA PRAKARSA: SAAT LEGALITAS MATI, SIAPA YANG MENJAGA MIMPI ANAK-ANAK?

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:40 WIB

Di Balik Sorak Garuda Muda, Ada Pengabdian yang Tak Pernah Mencari Tepuk Tangan

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:36 WIB

Kapolda Sumut Buka Pekan Olahraga dan Rohani HUT Bhayangkara ke-80, Kobarkan Semangat Juang dan Persaudaraan dalam Satu Lapangan Pengabdian

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:29 WIB

Saat Warga Terlelap, 100 Personel Brimob Sumut Tetap Terjaga Demi Rasa Aman Masyarakat

Selasa, 2 Juni 2026 - 12:23 WIB

100 Brimob Siaga Penuh, Kawal Suara Rakyat hingga TPS: Demokrasi Desa Dijaga dengan Pengorbanan dan Kesetiaan

Berita Terbaru