Medan, 27 Juli 2026 – Di tengah riuhnya suara kapal yang bersandar, deru alat bongkar muat yang tak pernah berhenti, serta denyut nadi pelabuhan yang terus menggerakkan roda perekonomian negeri, terselip sebuah pemandangan yang begitu menghangatkan hati. Bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan lantunan ayat suci, doa-doa yang menembus langit, dan senyum tulus anak-anak yatim yang menjadi saksi bahwa kepedulian adalah fondasi utama sebuah pengabdian.
Melalui tema “Berbagi Berkah Menjaga Keselamatan Pelabuhan”, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menggelar pengajian, doa bersama, dan santunan kepada anak yatim piatu di Masjid Al Munawarah Pelindo Regional 1, Senin (27/7). Momentum penuh makna ini menjadi cerminan bahwa keselamatan pelabuhan tidak hanya dibangun oleh teknologi modern, disiplin kerja, dan kekuatan infrastruktur, tetapi juga oleh ketulusan hati, doa yang dipanjatkan, serta kepedulian kepada sesama.
Acara yang dihadiri jajaran manajemen, perwakilan anak usaha, para pekerja Pelindo Regional 1, serta puluhan anak yatim piatu itu berlangsung dalam suasana penuh kekhusyukan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan M. Nadif menggema lembut memenuhi ruangan, menghadirkan ketenangan yang menyentuh relung hati setiap hadirin. Tausiah yang disampaikan Ustaz Dedek Husairi, M.Pd., mengingatkan bahwa sebesar apa pun ikhtiar manusia, doa dan kepedulian tetap menjadi cahaya yang mengiringi setiap langkah menuju keselamatan dan keberkahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebanyak 50 anak yatim piatu muslim menerima santunan sebagai wujud nyata cinta kasih perusahaan kepada masyarakat. Bagi Pelindo Regional 1, santunan bukan sekadar bantuan materi, melainkan ungkapan kasih sayang, harapan, dan komitmen untuk terus hadir membawa manfaat bagi mereka yang membutuhkan.
Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan syukur atas segala nikmat yang telah diberikan sekaligus ikhtiar spiritual agar seluruh aktivitas kepelabuhanan senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT.
“Melalui pengajian, doa bersama, dan santunan kepada anak yatim piatu ini, kami berharap seluruh aktivitas kepelabuhanan di Pelindo Regional 1 selalu diberikan keselamatan, kelancaran, dan keberkahan. Semoga kebersamaan ini semakin mempererat tali silaturahmi antara perusahaan dengan masyarakat,” ungkap Jonedi Ramli.
Tak berhenti di sana, semangat berbagi Pelindo Regional 1 melampaui batas perbedaan. Sebagai implementasi nyata program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang inklusif, perusahaan juga menyerahkan santunan kepada 50 anak yatim piatu nonmuslim di Panti Asuhan Elshadai, Jalan Rawe No. 35, Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan.
Langkah tersebut menjadi pesan yang begitu kuat bahwa kemanusiaan tidak pernah mengenal sekat agama, suku, ataupun latar belakang. Di hadapan kepedulian, semua anak berhak merasakan kasih sayang, semua senyum layak dijaga, dan semua harapan pantas diperjuangkan.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Pelindo Regional 1 tidak hanya memperkuat budaya keselamatan di lingkungan pelabuhan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi ruh pengabdian perusahaan. Sebab, pelabuhan bukan hanya tempat kapal berlabuh dan barang berpindah tangan. Pelabuhan adalah ruang lahirnya harapan, tempat doa-doa dipanjatkan, tempat kepedulian bertumbuh, dan tempat kebersamaan menjadi kekuatan untuk menggerakkan masa depan.
Di balik setiap kapal yang berlayar membawa harapan bangsa, ada tangan-tangan yang menengadah memohon perlindungan. Di balik setiap keberhasilan operasional pelabuhan, ada doa anak-anak yatim yang mengalir menjadi berkah. Dan di balik setiap langkah Pelindo Regional 1, ada tekad untuk terus menghadirkan manfaat, menebarkan kasih, serta menjaga Indonesia melalui pelabuhan yang aman, andal, dan penuh keberkahan.
Indra/humas













