SEMARANG – Bukan sekadar pertemuan adat, suasana haru begitu terasa dalam prosesi marhata sinamot pasangan Romanna Octavia Naibaho, S.H. dan Chandra Oloan Sihaloho yang digelar di HKBP Kertanegara, Sabtu (18/4/2026).
Di Sopogodang, kawasan Pleburan, langkah demi langkah prosesi berjalan dalam balutan doa, harapan, dan cinta dari dua keluarga besar yang kini dipertemukan oleh takdir.
Sejak awal acara dimulai, kehangatan tak hanya terasa—ia hidup di setiap tatap mata, di setiap genggaman tangan, dan di setiap senyum yang menyimpan haru. Keluarga besar Naibaho dan Sihaloho hadir lengkap, membawa bukan hanya kehadiran, tetapi juga restu yang tulus untuk kedua mempelai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam adat Batak, marhata sinamot memang berbicara tentang kesepakatan. Namun di balik itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam: tentang orang tua yang perlahan merelakan, tentang keluarga yang membuka pintu bagi anggota baru, dan tentang dua insan yang sedang menapaki jalan panjang kehidupan bersama.
Sesekali, suasana hening menyelimuti ruangan. Bukan karena kata habis terucap, tetapi karena hati yang berbicara lebih dalam dari sekadar ucapan. Ada getar haru saat setiap pihak menyampaikan harapan, ada doa yang diam-diam dipanjatkan agar perjalanan ini selalu dalam lindungan Tuhan.
Nama-nama besar keluarga seperti Paranak Sihaloho Silahi Sahubungan, Naibaho (Sirajaoloan), hingga keluarga besar Silaban, Simangunsong, Simbolon, Sinaga, dan Hutasoit menjadi saksi bahwa ikatan ini bukan hanya milik dua orang, melainkan dua marga besar yang kini dipersatukan.

Acara berlangsung lancar tanpa kendala, namun yang tertinggal bukan sekadar kelancaran itu. Yang tersisa adalah kenangan: tentang pelukan hangat, tentang mata yang berkaca-kaca, dan tentang restu yang mengalir tanpa batas.
Di penghujung acara, harapan pun menguat—semoga setiap langkah menuju pernikahan kelak berjalan indah, penuh berkat, dan diliputi kebahagiaan. Karena hari itu, di HKBP Kertanegara, bukan hanya adat yang dilaksanakan, tetapi cinta yang dipertegas, dan keluarga yang dipersatukan dalam satu ikatan suci
M Bakara













