Kasus Sekolah Yayasan Djuwita Prakarsa Masuk Babak Baru

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 09:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batam || Kantor Lembaga Bantuan Hukum No.Viral No.Justice dalam nomor surat 001/LBH.NVNJ-PK/V/2026 melalui Lomboan Djahamou.SH melayangkan pengaduan kepada Dinas Pendidikan Kota Batam dan meminta Rapat Dengar Pendapat di DPRD Kota Batam.

Dalam siaran Press Confrence Lomboan Djahamou.SH memberikan statemant keras dan tegas kepada semua awak media yang hadir. Lomboan Djahamou.SH menerangkan tentang sekolah Playgroup “saya berani ungkap Sekolah Playgroup Djuwita tidak memiliki Legalitas sesuai peraturan dan perundang-undangan yakni tanpa NPSN alias Bodong,tenaga pendidik yang tidak memiliki standar dan kualifikasi,bahkan NPSN yang termaktub adalah gedung sekolah yang dikota Pekanbaru”. Terang Lomboan Djahamou.SH

“Bahkan pada Izin Operasional TK SWASTA dengan nomor:09/TK/DPMDPTSP-BTM/I/2019 sudah mati sejak 24 Januari 2024. Sedangkan Playground atau Playgroup sekolah Djuwita tidak ditemukan legalitasnya”.Ungkap Lomboan Djahamou.SH

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Harapan dari Lomboan Djahamou.SH dari No.Viral No.Justive “kami mewakili masyarakat kota Batam Khususnya atas kepastian hukum didunia pendidikan anak-anak kami kedepannya akibat legalitas Sekolah Djuwita yang tidak jelas dan bisa dipastikan Bodong,serta Pemerintah Kota Batam agar menutup dan segel Sekolah Djuwita tersebut”. Lanjut Lomboan Djahamou.SH

Baca Juga:  Sinergi Menjaga Kepulauan Nias, Brimob Polda Sumut dan Polres Nias Menyusuri Malam Demi Rasa Aman Warga Gunungsitoli

“Terakhir kami meghimbau dan memohon kepada DPRD Kota Batam melalui Ketua Komisi IV yang membidangi dunia Pendidikan buat merekomendasikan kepada Pemko Batam untuk menutup sekolah tersebut karena cacat legalitas dan memberikan sanksi berat buat sekolah yang sudah masuk dalam ranah kejahatan pidana UU Perlindungan Anak Dibawah Umur yang di Bully dan di lecehkan oleh pihak sekolah djuwita itu”.tutup Lomboan Djahamou.SH

Awak media mencoba konfirmasi dan klarifikasi kepada pihak Yayasan Djuwita Prakarsa sampai berita ini terbit belum ada jawaban.

Fahmi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru