Medan — Sebuah aksi kemanusiaan yang penuh haru ditunjukkan Kanit Reskrim Iptu Poltak Tambunan saat melaksanakan pengamanan ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja Kristus Raja, Jalan MT Haryono, Kecamatan Medan Kota, Kamis (14/5/2026).
Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik itu, terlihat seorang ibu lansia duduk lemah di atas kursi roda usai mengikuti ibadah. Tubuh renta itu tampak kesulitan mencari tumpangan untuk pulang. Di tengah keramaian jemaat yang perlahan meninggalkan gereja, sang ibu hanya bisa terdiam, berharap ada tangan yang mau membantunya pulang.
Di saat itulah hati seorang polisi berbicara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa menunggu diminta, tanpa memikirkan sorotan kamera, Iptu Poltak Tambunan dengan langkah cepat menghampiri sang ibu. Dengan penuh kelembutan, ia membantu mengangkat kursi roda, menuntun tubuh renta itu perlahan hingga naik ke becak bermotor (betor) dengan aman. Bahkan, ia turut membayarkan ongkos perjalanan ibu tersebut agar dapat pulang ke rumah tanpa rasa khawatir.
Tak sedikit jemaat yang menyaksikan momen itu menahan haru. Sebab di balik seragam dan tugas negara yang melekat di tubuhnya, terlihat jelas sisi kemanusiaan yang begitu tulus.
Kapolsek AKP Feriawan membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan seluruh personel memang ditugaskan melakukan pengamanan ibadah di sejumlah gereja demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat Kristiani yang merayakan Kenaikan Yesus Kristus.
Namun di balik tugas itu, tersimpan pesan yang jauh lebih dalam — bahwa seorang polisi bukan hanya hadir menjaga keamanan, tetapi juga menjadi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami hadir untuk memastikan jemaat merasa aman dan nyaman. Ketika melihat seorang ibu lansia kesulitan berjalan dan hendak pulang, sudah menjadi kewajiban kami membantu beliau hingga selamat naik betor,” ujar AKP Feriawan.
Sementara itu, Iptu Poltak Tambunan mengaku tindakannya murni spontan dari hati nuraninya. Ia tidak ingin seorang ibu lansia pulang dalam kesusahan setelah selesai beribadah.
“Ibu itu baru selesai ibadah. Melihat beliau tidak bisa berjalan normal dan hanya duduk di kursi roda, hati saya tergerak membantu. Kita ini anggota Polri, tugas kita bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi pelayan masyarakat. Selagi masih bisa berbuat baik, lakukanlah,” ucapnya lirih.
Di tengah berbagai cerita keras tentang kehidupan, aksi kecil itu menjadi pengingat bahwa kebaikan masih hidup. Kadang, harapan masyarakat bukan datang dari hal besar, melainkan dari tangan yang rela membantu tanpa diminta, dari hati yang bekerja dengan tulus, dan dari kepedulian yang hadir tanpa pamrih.
Sebab bagi seorang ibu lansia itu, mungkin perjalanan pulang hari itu terasa jauh lebih ringan… karena masih ada manusia yang memilih peduli.
Indra













