Diduga Beroperasi Tanpa Plang, Pabrik “Minyak Kita” di Kawasan KIM Tuai Sorotan: Ada Apa di Balik Bungkamnya Identitas Perusahaan?

- Penulis

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 22 Juli 2026 – Di tengah gencarnya pemerintah memperketat pengawasan terhadap kepatuhan pajak dan legalitas usaha, sebuah pabrik yang diduga memproduksi minyak goreng “Minyak Kita” di kawasan KIM, Jalan Pulau Irian, Gang KIM No. 1B No. 10, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, justru menjadi sorotan.

Bukan karena besarnya aktivitas produksi, melainkan karena tidak ditemukannya plang atau papan nama perusahaan di lokasi. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Mengapa sebuah perusahaan yang disebut-sebut memiliki aktivitas produksi berskala besar justru tidak menampilkan identitasnya secara terbuka?

Tim investigasi awak media yang turun langsung ke lokasi mendapati pabrik tetap beroperasi sebagaimana biasa. Namun, hingga penelusuran dilakukan, identitas perusahaan tidak terlihat terpampang sebagaimana lazimnya perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha secara terbuka.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat dikonfirmasi, seorang petugas keamanan yang enggan disebutkan namanya memberikan jawaban yang justru semakin memancing pertanyaan.

“Buat apa pakai plang? Nama PT sudah ada di kuitansi transaksi,” ujarnya.

Ketika ditanya nama perusahaan tersebut, ia menjawab:

“PT LAS, Pak.”

Saat kembali ditanya kepanjangan PT LAS, ia menjelaskan:

“Langgeng Abadi Selamanya.”

Keterangan tersebut kemudian diperkuat oleh seseorang yang disebut sebagai Kepala DO, Ko Akiat.

Baca Juga:  Kader LSM PAKAR Indonesia Diduga Diintimidasi Saat Bongkar Dugaan Bangunan Tanpa PBG di Medan, Aroma Pembiaran dan Dugaan Permainan Perizinan Mencuat

“Memang tidak pakai plang, Pak,” katanya singkat.

Pernyataan itu semakin menguatkan fakta bahwa perusahaan memang tidak memasang identitas di lokasi operasionalnya.

Padahal, dengan aktivitas yang diperkirakan melibatkan lebih dari seratus pekerja, keberadaan identitas perusahaan menjadi bagian penting dari keterbukaan informasi publik serta memudahkan pengawasan oleh instansi terkait. Meski demikian, ketiadaan plang tidak otomatis membuktikan adanya pelanggaran perpajakan maupun perizinan. Hal tersebut tetap memerlukan pemeriksaan dan verifikasi dari pihak yang berwenang.

Publik kini menanti langkah tegas aparat dan instansi terkait untuk memastikan apakah seluruh aspek legalitas perusahaan, mulai dari perizinan usaha, administrasi, hingga kewajiban perpajakan, telah dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat berharap Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, bersama instansi terkait segera melakukan penelusuran dan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran. Penegakan hukum yang adil dan transparan dinilai penting agar tidak ada perusahaan yang memperoleh keuntungan dengan mengabaikan aturan, sementara pelaku usaha lain telah berupaya memenuhi seluruh kewajiban yang ditetapkan negara.

Jika dugaan tersebut terbukti melalui proses pemeriksaan resmi, maka tindakan tegas sesuai ketentuan hukum diharapkan menjadi bukti bahwa tidak ada pihak yang kebal terhadap aturan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru