Medan — Di balik seragam dan tugas berat menjaga keamanan, ternyata tersimpan hati-hati yang penuh kepedulian. Pada Jumat penuh berkah, 15 Mei 2026, personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumut hadir bukan membawa ketegasan, melainkan membawa senyum, perhatian, dan harapan bagi masyarakat kecil yang membutuhkan uluran tangan.
Melalui kegiatan Bakti Sosial bertema “Tingkatkan Ibadah, Raih Keberkahan”, para personel Brimob menyusuri Jalan Cemara Pulo Brayan Darat II, Masjid Jami’ Ulayat, hingga Masjid Hidayatullah Indra Kasih. Langkah mereka sederhana, namun membawa makna besar bagi warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Dipimpin langsung oleh IPDA Ricky Ananda Sihotang, S.Psi., M.Psi., M.B.A., personel Batalyon A Pelopor membagikan paket sembako kepada masyarakat sekitar Mako Sat Brimob Polda Sumut dengan penuh ketulusan. Tak sedikit warga yang tampak terharu saat menerima bantuan tersebut. Ada senyum yang perlahan merekah, ada mata yang berkaca-kaca, bahkan ada doa lirih yang terucap penuh rasa syukur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi sebagian orang, bantuan itu mungkin terlihat sederhana. Namun bagi warga yang sedang berjuang memenuhi kebutuhan hidup, perhatian kecil itu terasa begitu besar dan berarti. Kehadiran personel Brimob di tengah masyarakat menjadi bukti bahwa masih ada kepedulian yang hidup dan tumbuh di tengah kerasnya kehidupan.
Suasana Jum’at Berkah itu pun dipenuhi kehangatan. Para personel tidak sekadar datang lalu pergi, tetapi juga menyapa warga dengan ramah, mendengarkan cerita mereka, serta menghadirkan rasa nyaman dan kedekatan yang tulus antara aparat dan masyarakat.
Kegiatan ini bukan hanya tentang berbagi sembako, melainkan tentang menanamkan nilai kemanusiaan, mempererat silaturahmi, dan mengingatkan bahwa tugas pengabdian sejati juga berarti hadir untuk meringankan beban sesama.
Di tengah kesibukan menjaga keamanan negara, personel Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut membuktikan bahwa setinggi apa pun tugas yang diemban, hati untuk membantu rakyat tidak pernah hilang.
Jum’at Berkah itu mungkin berlalu, namun rasa haru dan doa dari masyarakat akan terus tinggal, menjadi pengingat bahwa kebaikan yang diberikan dengan ikhlas akan selalu menemukan jalannya menuju keberkahan.
Indra/himas













