Medan ~ Ketika sebagian besar warga Kota Medan terlelap menikmati hangatnya rumah dan indahnya waktu istirahat bersama keluarga, ada sekelompok personel berseragam loreng yang justru memilih berjaga di tengah dinginnya malam demi satu tujuan — memastikan masyarakat tetap aman.
Jumat dini hari (22/05/2026), sebanyak 34 personel Siaga 1 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut turun langsung menyisir sejumlah titik rawan kriminalitas di wilayah hukum Polrestabes Medan. Dipimpin Danton 2 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Sat Brimob Polda Sumut, IPDA Sangap H. S. Ginting, S.H., patroli dimulai sejak pukul 01.00 WIB saat jalanan mulai lengang dan ancaman kejahatan kerap muncul tanpa diduga.
Dengan langkah penuh kewaspadaan, personel bergerak melewati Jl. Letda Sujono, Jl. Kapten Batu Sihombing, kawasan Citraland Unimed dan Sampali, Jl. H. Anif, Flyover Brayan, Jl. KL Yos Sudarso hingga Medan Barat dan Medan Area. Di balik suara deru kendaraan patroli dan sorot lampu malam, tersimpan tanggung jawab besar yang mereka emban — menjaga agar tidak ada warga yang menjadi korban begal, tawuran ataupun aksi geng motor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di tengah patroli, personel Brimob menerima laporan masyarakat terkait adanya sekelompok remaja yang dicurigai mengarah pada aktivitas geng motor di kawasan Lampu Merah Astaka. Tanpa menunggu lama, mereka langsung bergerak menuju lokasi. Bagi warga, mungkin itu hanya sebuah laporan biasa. Namun bagi personel di lapangan, setiap laporan adalah panggilan tugas yang menyangkut rasa aman masyarakat.
Tak hanya menjaga, personel Brimob juga hadir sebagai pendengar bagi masyarakat. Mereka menyapa pedagang kecil yang masih bertahan mencari nafkah di malam hari, berbincang dengan warga yang resah akan maraknya begal, hingga mendengar keluhan para pemuda tentang keamanan lingkungan mereka. Di saat banyak orang berkumpul bersama keluarga, para personel justru rela menahan lelah demi memastikan keluarga orang lain tetap bisa pulang dengan selamat.
Kehadiran Brimob di jam-jam rawan bukan sekadar patroli rutin. Itu adalah bentuk pengabdian yang sering kali tak terlihat, namun sangat dirasakan. Di balik rompi dan senjata yang mereka kenakan, ada rasa tanggung jawab, ada pengorbanan waktu bersama keluarga, bahkan ada risiko yang selalu mengintai di setiap sudut jalan yang mereka lalui.
Malam itu Kota Medan mungkin terlihat biasa saja. Namun di balik sunyinya malam, ada personel Brimob yang terus berjaga agar masyarakat bisa tidur lebih nyenyak tanpa rasa takut.
Seluruh rangkaian patroli berlangsung aman dan kondusif. Setelah memastikan situasi tetap terkendali, personel kembali ke Mako Sat Brimob Polda Sumut untuk melaksanakan apel konsolidasi dan bersiap kembali menjalankan tugas berikutnya — menjaga negeri, tanpa mengenal lelah dan waktu.
Indra/humas













