Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?

- Penulis

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Penanganan perkara penganiayaan di Polsek Delitua kembali menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, empat orang yang telah resmi menyandang status tersangka sejak berbulan-bulan lalu hingga kini belum juga ditangkap ataupun ditahan. Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya besar sekaligus spekulasi liar di tengah masyarakat tentang ada tidaknya pihak yang bermain di balik mandeknya proses hukum tersebut.

Perkara yang terdaftar dalam LP/B/432/IX/2025/SPKT/Polsek Deli Tua/Polrestabes Medan/Polda Sumut tertanggal 5 September 2025 itu sejatinya telah memasuki tahapan penetapan tersangka terhadap ZHS, LAG, RM, dan HGM. Namun anehnya, status tersangka yang telah melekat selama berbulan-bulan seolah tidak memiliki konsekuensi hukum apa pun.

Alih-alih berhadapan dengan proses penahanan, para tersangka disebut masih bebas menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah hukum memang berjalan sama untuk semua orang, atau justru tumpul ketika berhadapan dengan pihak-pihak tertentu?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Para tersangka setiap hari berada di rumah dan mudah ditemui. Namun sampai sekarang belum juga dilakukan penangkapan maupun penahanan. Ini menimbulkan keresahan dan ketidaknyamanan bagi korban,” ungkap kuasa hukum korban.

Kekecewaan juga disampaikan korban, Hulman Manullang. Menurutnya, lambannya penanganan perkara telah melukai rasa keadilan dan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat. Kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum dapat tergerus apabila kasus yang sudah memiliki tersangka justru berjalan di tempat tanpa kepastian.

Yang lebih mengejutkan, beredar informasi adanya dugaan campur tangan seorang oknum perwira dari Polda Sumatera Utara yang disebut-sebut berupaya memengaruhi jalannya perkara agar para tersangka tidak dilakukan penahanan. Meski belum dapat diverifikasi secara independen, isu tersebut kini menjadi pembicaraan yang sulit diabaikan karena muncul bersamaan dengan mandeknya tindakan hukum terhadap para tersangka.

Baca Juga:  “VIRAL TANJUNG MAS TERBONGKAR: Fakta Sebenarnya Bikin Publik Terdiam, ODGJ Lebih Dulu Mengamuk!”

“Tadi ada yang menyampaikan kepada saya bahwa ada seorang perwira dari Poldasu yang mencoba mencampuri perkara ini agar para tersangka tidak ditahan,” ujar Hulman kepada media.

Munculnya dugaan tersebut semakin memperkuat pertanyaan publik mengenai alasan sebenarnya di balik belum dilakukannya tindakan tegas terhadap para tersangka. Sebab secara kasat mata, tidak terlihat adanya hambatan berarti untuk melakukan proses hukum lanjutan.

Namun tudingan adanya intervensi langsung dibantah Kapolsek Delitua, AKP Kennedy Sitompul. Ia menegaskan bahwa proses hukum masih berjalan sesuai mekanisme dan tidak ada campur tangan dari pihak mana pun.

“Tidak ada intervensi. Informasi itu tidak benar. Polda justru mendukung agar proses hukum berjalan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, bantahan tersebut belum sepenuhnya meredam pertanyaan publik. Sebab fakta di lapangan menunjukkan para tersangka masih belum ditahan meskipun status hukum mereka telah ditetapkan sejak lama.

Kini masyarakat menanti pembuktian, bukan sekadar penjelasan. Jika memang tidak ada intervensi dan seluruh proses berjalan profesional, maka langkah konkret penyidik menjadi jawaban yang paling ditunggu. Sebaliknya, apabila perkara ini terus berlarut tanpa kepastian, kecurigaan publik akan semakin sulit dibendung.

Hukum seharusnya berbicara melalui tindakan, bukan hanya pernyataan. Ketika tersangka bebas berkeliaran sementara korban menunggu kepastian keadilan, maka pertanyaan yang muncul bukan lagi siapa yang benar atau salah, melainkan: ada apa sebenarnya di balik mandeknya kasus ini?

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru