Di Duga Wali Kota Rico Waas Takluk pada Preman PKL Simpang Limun, Jalan Umum Dikuasai Bertahun-Tahun

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 08:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan, 14 Mei 2026 — Wajah Kota Medan kembali dipertanyakan. Di tengah janji penataan kota dan penegakan aturan, kawasan Simpang Limun justru seakan berubah menjadi wilayah yang tak tersentuh hukum. Pedagang kaki lima (PKL) yang memenuhi badan jalan dan fasilitas umum tetap bebas beroperasi bertahun-tahun lamanya, sementara pemerintah terkesan hanya diam memandang.

Publik pun mulai bertanya-tanya, ada apa sebenarnya?

Mengapa hingga hari ini Pemerintah Kota Medan belum juga mampu menertibkan kawasan yang disebut-sebut sudah lama dikuasai oknum preman berkedok pengamanan?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nama Wali Kota Medan, Rico Waas kini ikut menjadi sorotan. Bungkamnya pihak Pemko memunculkan dugaan kuat bahwa ada ketakutan atau bahkan pembiaran terhadap praktik-praktik liar yang terus terjadi di lapangan.

Di kawasan perbatasan Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota dan Kelurahan Amplas, Kecamatan Medan Amplas, badan jalan yang seharusnya menjadi akses masyarakat kini dipenuhi lapak-lapak PKL. Ironisnya, kondisi itu berlangsung terang-terangan tanpa tindakan tegas dari aparat maupun pemerintah setempat.

Seorang warga Jalan Tanjung Bunga berinisial WS (46), yang juga berdagang di lokasi tersebut, mengaku situasi itu sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Baca Juga:  Nathan Berhasil Diringkus Tim Polres Tanjabbar,Jhon Heri dan Ejak Siregar Kabur Kerumah Kepala Desa Pematang Lumut Pahlawan Siregar

“Dari zaman Pak Harto sampai sekarang tetap begini pak. Malah makin ramai dan makin luas. Gak ada yang sanggup menertibkan,” ungkapnya kepada awak media.

Yang lebih mengejutkan, para pedagang disebut harus menghadapi berbagai kutipan liar setiap harinya. Diduga ada oknum-oknum preman yang bebas memungut uang dari pedagang dengan alasan keamanan hingga uang meja.

“Kadang sehari bisa sampai tiga kali yang datang ngutip, orangnya beda-beda. Ada alasan uang pengamanan, uang sampah, uang meja. Kami pedagang kecil makin tercekik,” keluh WS.

Fenomena ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Jika praktik semacam ini sudah berlangsung bertahun-tahun secara terbuka, mengapa tidak pernah ada tindakan serius? Siapa yang sebenarnya bermain di balik kawasan PKL Simpang Limun?

Kondisi ini juga menimbulkan dugaan adanya aliran setoran tertentu yang membuat penertiban seolah mustahil dilakukan. Hingga berita ini diterbitkan, pihak Wali Kota Medan masih belum memberikan klarifikasi meski telah dikonfirmasi awak media.

Masyarakat kini menunggu keberanian pemerintah. Sebab jika negara kalah oleh preman jalanan, maka yang hancur bukan hanya ketertiban kota, tetapi juga kepercayaan rakyat terhadap hukum dan pemimpinnya.

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Berita Terbaru