Prof DR Sutan Nasomal Murka! Desak Polda Banten Tangkap Pelaku Ancaman Brutal terhadap Jurnalis yang Viral di Tangerang

- Penulis

Minggu, 17 Mei 2026 - 00:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG — Kebebasan pers kembali diuji. Jagat media sosial di Kabupaten Tangerang mendadak memanas setelah beredarnya sebuah video berisi ancaman brutal terhadap insan media yang viral di berbagai WhatsApp Group masyarakat, Sabtu malam (16/5/2026).

Video berdurasi singkat itu memantik kemarahan publik. Dalam rekaman tersebut tampak seorang pria bertelanjang dada, mengenakan penutup kepala bermotif batik, sambil mengacungkan batang besi panjang berlapis stainless dan melontarkan ancaman mengerikan yang dinilai telah melecehkan marwah profesi wartawan.

Dengan nada tinggi penuh emosi dan intimidasi, pria itu berkata:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ada media langkahi dulu mayat saya..! Jangan macam-macam masuk wilayah orang. Saya pukul kamu pakai ini, mampus kamu di sini..! Patah leher kamu..!! Kamu culik orang-orang saya, saya gorok leher kamu!”

Ucapan bernada kasar dan penuh kekerasan itu langsung memicu kecaman luas dari masyarakat. Banyak pihak menilai ancaman tersebut bukan sekadar emosi sesaat, melainkan bentuk nyata intimidasi terhadap profesi pers yang dilindungi undang-undang.

Pakar hukum pidana internasional, Prof. DR. Sutan Nasomal, angkat bicara dengan nada tegas. Ia mendesak Ditreskrimum Polda Banten dan jajaran Polres Tangerang agar segera bertindak cepat menangkap pelaku sebelum keresahan masyarakat semakin meluas.

“Saya meminta aparat penegak hukum jangan diam. Tangkap dan proses pelaku ancaman terhadap insan pers yang videonya sudah viral di tengah masyarakat. Negara hukum tidak boleh tunduk terhadap gaya premanisme dan intimidasi kekerasan,” tegas Prof Sutan Nasomal dari Jakarta.

Baca Juga:  TEMPA NERAKA WATUKOSEK! 23 PERSONEL BRIMOB POLDA SUMUT LULUS DIKBANGSPES, BRIPDA MARUBAH TUA SARAGIH SABET PREDIKAT SISWA TRENGGINAS

Menurutnya, ancaman terbuka yang disebarkan di ruang publik digital berpotensi mengandung unsur pidana serius dan tidak bisa dianggap remeh.

“Kalau kata ‘media’ sudah disebut secara terang-terangan, maka ini bukan lagi persoalan pribadi. Ini menyangkut kehormatan profesi pers secara umum. Jangan sampai ada pihak yang merasa kebal hukum lalu bebas mengancam wartawan dengan kekerasan,” lanjutnya.

Kemarahan masyarakat pun terus bermunculan. Warga menilai aparat harus segera mengungkap identitas pria dalam video tersebut agar tidak muncul kesan pembiaran terhadap aksi intimidasi dan premanisme.

“Kalau dibiarkan, masyarakat bisa takut. Jangan sampai hukum kalah dengan ancaman dan kekerasan,” ujar salah seorang warga Tangerang.

Peristiwa ini juga memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan insan pers saat menjalankan tugas jurnalistik di lapangan. Banyak pihak menilai ancaman terhadap wartawan merupakan ancaman terhadap demokrasi dan kebebasan menyampaikan informasi kepada publik.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait identitas pelaku, lokasi pasti kejadian maupun motif di balik video ancaman tersebut. Namun video itu telah menyebar luas dan menjadi sorotan publik.

Tim awak media masih terus menghimpun informasi dan berupaya melakukan konfirmasi kepada aparat penegak hukum guna memastikan fakta lengkap di balik viralnya video ancaman tersebut.

Narasumber: Prof. DR. Sutan Nasomal, Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (Association Of Young Indonesian Advocates).

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA
Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?
Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026
Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa
PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU
Minggu Kasih Brimob Sumut di Pematangsiantar, Hadirkan Kepedulian yang Menyentuh Hati dan Menguatkan Persaudaraan
SAAT KOTA TERLELAP, BRIMOB SUMUT MENYISIR MALAM: MENJAGA MEDAN TETAP AMAN, WARGA TIDUR TENANG
KOMITMEN KAPOLRES PASBAR : TIDAK ADA REHAB BUAT FEBRY HANDOKO HARPAMA ANAK HAMSUARDI MANTAN BUPATI PASBAR
Berita ini 102 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:11 WIB

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?

Senin, 1 Juni 2026 - 05:36 WIB

Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 05:07 WIB

Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 04:48 WIB

PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU

Berita Terbaru