Di Tengah Peluh dan Lumpur, Warga Tanjung Gusta Buktikan Gotong Royong Belum Mati

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 04:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan ~ Pemandangan mengharukan terlihat di Dusun 2, Desa Tanjung Gusta. Di saat sebagian orang sibuk dengan urusannya masing-masing, masyarakat desa ini justru berkumpul sejak pagi hari membawa cangkul, parang, dan alat seadanya untuk bersama-sama membersihkan jalan tani serta parit yang selama ini menjadi jalan harapan para petani mencari nafkah.

Tak ada bayaran. Tak ada kemewahan. Yang ada hanyalah ketulusan, kepedulian, dan rasa cinta terhadap kampung halaman.

Kegiatan bakti sosial dan gotong royong sepanjang kurang lebih satu kilometer itu dipimpin langsung oleh tokoh masyarakat Heri atau yang akrab disapa Heri Daging. Dengan penuh semangat, ia turun langsung bersama warga, berjalan di tengah lumpur, membersihkan semak belukar, hingga mengangkat tanah dari parit demi memperlancar akses jalan tani masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di lokasi kegiatan, tampak para orang tua, pemuda, hingga masyarakat sekitar bahu-membahu tanpa mengenal lelah. Keringat bercucuran, pakaian penuh lumpur, namun wajah mereka tetap memancarkan semangat dan kebersamaan yang begitu tulus.

Turut hadir Calon Kepala Desa Tanjung Gusta nomor urut 2, St. Benget Sihombing, bersama tokoh pemuda Naldes Sibarani ST dan Ketua Ranting Pemuda Pancasila Tanjung Gusta, Suyadi.

Kehadiran St. Benget Sihombing di tengah masyarakat menjadi perhatian tersendiri. Ia tidak hanya datang melihat, namun ikut berbaur bersama warga, mendengarkan keluhan masyarakat, dan menyaksikan langsung bagaimana jalan tani tersebut menjadi urat nadi kehidupan para petani desa.

Baca Juga:  Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa

Salah satu warga mengaku terharu melihat masih kuatnya rasa persaudaraan di tengah masyarakat Tanjung Gusta.

“Sekarang sudah jarang melihat masyarakat mau turun bersama seperti ini. Tapi di sini, kami masih percaya kalau kampung bisa maju kalau rakyatnya tetap kompak,” ucap seorang warga dengan mata berkaca-kaca.

Dalam keterangannya, Heri Daging mengatakan bahwa gotong royong adalah warisan yang tidak boleh hilang ditelan zaman.

“Jalan ini bukan sekadar tanah dan batu. Di jalan inilah masyarakat mencari rezeki, membawa hasil panen, dan menggantungkan harapan untuk keluarga mereka. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi,” ucapnya penuh haru.

Sementara itu, St. Benget Sihombing menyampaikan bahwa dirinya ingin pembangunan desa nantinya benar-benar menyentuh masyarakat kecil, terutama para petani yang selama ini menjadi tulang punggung desa.

“Kita ingin masyarakat tidak hanya mendengar janji, tapi merasakan perhatian dan pembangunan yang nyata. Desa ini harus dibangun dengan hati, bukan sekadar kata-kata,” ungkapnya.

Gotong royong itu pun berlangsung hingga siang hari dengan penuh rasa kekeluargaan. Tidak ada sekat antara tokoh masyarakat, pemuda, maupun warga biasa. Semua menyatu dalam semangat yang sama: menjaga kampung, menjaga persaudaraan, dan menjaga harapan agar Desa Tanjung Gusta menjadi desa yang lebih maju, bersih, dan penuh kebersamaan.

Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta
Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!
Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat
Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden
ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”
Prof. Sutan Nasomal Yakin Kapolres Bogor Tegakkan Hukum Tanpa Tebang Pilih, Desak Dugaan Penyebaran Hoaks Soal UKW Diusut Tuntas
Diduga Judi Toto Gelap Masih Berdenyut di Parittiga, Jeritan Warga Kian Nyaring: “Jangan Biarkan Hukum Kalah oleh Perjudian!”
Dari Pelabuhan Mengalir Doa dan Kasih: Pelindo Regional 1 Satukan Langit Harapan Lewat Santunan 100 Anak Yatim Lintas Agama
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 02:02 WIB

Kendalikan Inflasi, Bupati Beltim Teken MoU dengan Pemprov DKI Jakarta

Rabu, 29 Juli 2026 - 01:33 WIB

Pelecehan Berkedok SOP: Wanita Lansia Hingga Anak Digerayangi, Agus Andrianto Desak Segera Copot Kalapas!

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:32 WIB

Lapangan Hijau Jadi Panggung Persaudaraan! Kapolres Lhokseumawe Kobarkan Semangat Sportivitas, Buktikan Polri Selalu Hadir Bersama Rakyat

Selasa, 28 Juli 2026 - 07:12 WIB

Agus Flores: Fast Respon Kini Bergema di Pentas Nasional, Dari Korps Bhayangkara hingga Lingkaran Istana Presiden

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:08 WIB

ENAM TAHUN MENUNGGU KEPASTIAN! Prof. Dr. KH. Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Bertindak: “Perintahkan Gubernur Jawa Barat Selesaikan RS Limbangan, Jangan Biarkan Rakyat Terus Menjadi Korban!”

Berita Terbaru