Dijegal di Jalan Pulang, Nyawa Remaja Belawan Direnggut Begal: Tangis Ibu Pecah, Pelaku Masih Diburu

- Penulis

Selasa, 28 April 2026 - 04:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELAWAN — Ia hanya ingin pulang. Setelah lelah bekerja seharian, M. Farrel Fanitra Ritongga (18) mengendarai motornya menyusuri jalan yang seharusnya membawanya kembali ke rumah. Namun di titik itu—di jalan KL Yos Sudarso, tepat di depan sekolah Muhammadiyah—semuanya berakhir.

Bukan kecelakaan. Bukan takdir biasa. Tapi kekerasan yang datang tiba-tiba.

Dua pria muncul, tanpa ampun. Satu tendangan keras menghantam tubuh Farrel. Ia terjatuh ke aspal. Dalam hitungan detik, nyawanya berada di ujung batas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ragil, temannya yang berada tepat di belakang, hanya bisa menyaksikan detik-detik itu dengan mata kepala sendiri.

“Saya kejar… tapi hampir tertabrak mobil. Pas saya balik, Farrel sudah jatuh…,” ucapnya dengan suara bergetar—kalimat yang seolah tak sanggup menahan rasa bersalah dan kehilangan.

Baca Juga:  Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup

Di rumah sakit, harapan sempat digantung setipis benang. Namun takdir kembali memutusnya. Farrel dinyatakan meninggal dunia di RS Prima Husada Cipta Medan.

Tangis keluarga pecah. Jeritan duka memenuhi ruangan. Seorang anak yang pagi tadi masih berangkat kerja, kini pulang dalam diam—tak lagi bernyawa.

Di hadapan Kapolsek Belawan AKP Ponijo dan tokoh masyarakat Ustad Nabawi, identitas pelaku telah disebutkan. Nama-nama itu bukan lagi rahasia. Namun hingga kini, keadilan masih dalam pengejaran.

Polisi bergerak. Pulbaket dilakukan. Tapi bagi keluarga, waktu terasa berhenti sejak malam itu.

Satu nyawa telah hilang.

Satu rumah kehilangan harapan.

Dan satu pertanyaan terus menggema di lorong-lorong Belawan:

sampai kapan jalanan menjadi tempat terakhir bagi mereka yang hanya ingin pulang?

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:33 WIB

Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:54 WIB

Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN

Kamis, 29 Oktober 2026 - 03:01 WIB

SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak

Berita Terbaru