MEDAN — Di tengah derasnya arus informasi yang tak pernah berhenti mengalir, ketika kecepatan kerap mengalahkan ketepatan dan kebenaran sering diuji oleh berbagai kepentingan, secercah harapan lahir dari Belawan.
Di sebuah ruangan yang dipenuhi wajah-wajah penuh tekad dan semangat pengabdian, Ketua Forum Wartawan Kejaksaan (Forwaka) Sumatera Utara, Irfandi, secara resmi melantik kepengurusan Forwaka Belawan. Prosesi itu mungkin berlangsung tanpa kemewahan, namun maknanya jauh melampaui sebuah seremoni.
Hari itu menjadi penanda lahirnya sebuah amanah. Sebuah janji yang diikrarkan dalam diam, bahwa pena akan tetap berpihak kepada kebenaran, integritas akan terus dijaga, dan profesi wartawan akan tetap berdiri sebagai pilar yang mengawal keadilan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelantikan itu bukan sekadar pergantian kepengurusan.
Ia adalah pengingat bahwa di balik setiap berita yang dibaca masyarakat, tersimpan tanggung jawab yang tak ringan. Ada keberanian untuk menyampaikan fakta apa adanya, ada idealisme yang harus dijaga di tengah berbagai godaan, dan ada amanah yang tak pernah boleh diperdagangkan.
Di antara riuh tepuk tangan yang mengiringi prosesi pelantikan, terselip doa-doa yang tak terucap. Harapan agar Forwaka Belawan tumbuh menjadi rumah bagi para jurnalis yang tetap teguh memegang etika, berani menjaga independensi, serta tak pernah lelah memperjuangkan kebenaran meski jalan yang ditempuh sering kali sunyi dan penuh ujian.
Ketua Panitia, Muhammad Maskur, membuka rangkaian acara dengan penuh rasa syukur. Dengan nada yang hangat, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan dan semua pihak yang telah menjadi bagian dari momentum bersejarah tersebut.
“Terima kasih atas kehadiran dan dukungan seluruh pihak. Semoga kebersamaan ini menjadi awal perjalanan panjang menuju organisasi yang semakin solid, profesional, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam sambutannya, Ketua Forwaka Sumut, Irfandi, mengingatkan bahwa menjadi wartawan bukan sekadar menjalankan profesi, melainkan mengemban panggilan pengabdian kepada bangsa dan masyarakat.
Menurutnya, Forwaka harus menjadi rumah besar yang melahirkan insan pers berintegritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, menjaga independensi, dan selalu berpihak kepada kepentingan publik.
“Jaga kekompakan. Jaga integritas.
Jangan pernah meninggalkan idealisme jurnalistik. Ketika kepercayaan masyarakat hilang, saat itulah kehormatan pers ikut dipertaruhkan,” tegasnya.
Kalimat-kalimat itu seakan menggema di hati seluruh insan pers yang hadir. Sebuah pesan yang sederhana, namun sarat makna.
Di era digital, ketika informasi menyebar hanya dalam hitungan detik, Irfandi mengingatkan bahwa wartawan tidak cukup hanya menjadi yang tercepat. Lebih dari itu, wartawan harus menjadi yang paling bertanggung jawab atas setiap kata yang ditulis dan setiap informasi yang disampaikan kepada publik.
Amanah itu kemudian diterima Ketua Forwaka Belawan yang baru dilantik, Budi Yanto, SH, dengan penuh kerendahan hati.
Baginya, jabatan bukanlah sebuah kehormatan untuk dibanggakan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada organisasi, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa.
“Kepercayaan ini akan kami jaga sebaik-baiknya. Kami ingin Forwaka Belawan menjadi rumah yang mempersatukan wartawan, melahirkan karya jurnalistik yang berkualitas, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia juga berkomitmen menjadikan Forwaka Belawan sebagai ruang belajar, ruang berbagi pengalaman, sekaligus ruang pengabdian melalui pelatihan jurnalistik, diskusi, pendidikan, dan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Pelantikan tersebut dihadiri perwakilan Kejaksaan Negeri Belawan Fathur Roji, SH, Kasubsi 2 Intelijen Kejari Belawan, unsur Polres Pelabuhan Belawan, Kodalar-I, Sathantai Marinir, Ketua HNSI Sumut Zulfachri Siagian, Ketua HNSI Kota Medan Abdul Rachman, Camat Medan Belawan, Ketua SMSI Medan Irwan Manalu, Ketua PWPM Muhammad Edison Ginting, Ketua Koordinator DPRD Medan M. Said Ilham Asegaf, Ketua Forum Pemred Lilik Riadi, pengurus KJMB, Awan Mera, tokoh masyarakat, tokoh kepemudaan, serta wartawan dari berbagai media.
Ketua Forum Pemred, Lilik Riadi, berharap Forwaka Belawan mampu melahirkan wartawan yang bukan hanya piawai merangkai kata, tetapi juga berani menjaga nurani.
“Semoga Forwaka Belawan menjadi tempat lahirnya insan pers yang profesional, berintegritas, dan tetap setia mengawal kebenaran demi kepentingan masyarakat,” katanya.
Suasana pelantikan semakin hangat saat penampilan Tari Persembahan dan Tari Sunda yang dibawakan para siswa-siswi SMP Negeri 5 Medan menghidupkan panggung acara. Tepuk tangan para tamu undangan bergema, bukan sekadar sebagai apresiasi terhadap seni budaya, tetapi juga sebagai simbol eratnya kebersamaan yang menyatukan seluruh elemen yang hadir.
Mewakili Kejaksaan Negeri Belawan, Fathur Roji, SH, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap Forwaka Belawan mampu menjadi mitra strategis dalam menghadirkan informasi yang objektif, mencerdaskan masyarakat, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penegakan hukum.
Pada akhirnya, pelantikan ini bukan hanya tentang siapa yang menerima amanah kepemimpinan.
Pelantikan ini adalah tentang lahirnya tanggung jawab baru.
Tentang pena yang tetap jujur ketika tekanan datang.
Tentang keberanian menyuarakan kebenaran saat banyak memilih diam.
Tentang menjaga marwah pers agar tak pernah redup di tengah gelapnya berbagai kepentingan.
Karena sejarah selalu mengajarkan, bangsa yang besar membutuhkan pers yang merdeka. Dan pers yang merdeka hanya akan lahir dari wartawan yang menjaga integritas, memelihara nurani, serta menjadikan kebenaran sebagai kompas dalam setiap langkah pengabdiannya.
Indra













