Dari Dermaga yang Nyaris Sepi, Harapan Itu Kembali: Arus Peti Kemas Sumut Bangkit Perlahan

- Penulis

Kamis, 30 April 2026 - 08:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BELAWAN, 30 April 2026 — Pernah ada masa ketika dermaga di pesisir Sumatera Utara terasa lebih sunyi dari biasanya. Deru alat berat tak lagi seramai dulu, dan lalu-lalang peti kemas seolah melambat, tertahan oleh gelombang krisis global yang tak terlihat namun terasa nyata.

Kini, perlahan namun pasti, harapan itu kembali.

Di awal tahun 2026, denyut logistik Sumatera Utara mulai berdetak lagi. Aktivitas di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung menunjukkan tanda-tanda kebangkitan—bukan lonjakan besar yang gegap gempita, melainkan langkah kecil yang penuh arti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat, hingga Maret 2026, arus peti kemas mencapai 168.478 TEUs. Angka itu memang “hanya” tumbuh sekitar 5 persen dibanding tahun lalu, namun di baliknya tersimpan cerita tentang roda ekonomi yang kembali berputar, tentang harapan yang pelan-pelan menemukan jalannya.

Di Terminal 1 Belawan, aktivitas domestik menjadi penopang utama. Sebanyak 152.452 TEUs mengalir, membawa kebutuhan pokok, bahan baku industri, hingga denyut kehidupan masyarakat yang tak pernah benar-benar berhenti. Di sana, setiap kontainer bukan sekadar angka—melainkan simbol bertahannya daya beli dan keberlangsungan usaha.

Sementara itu, dari Kuala Tanjung, kabar menggembirakan datang dari jalur internasional. Volume peti kemas melonjak lebih dari dua kali lipat, mencapai 5.579 TEUs. Ini bukan sekadar peningkatan statistik, tetapi tanda bahwa pintu-pintu ekspor mulai kembali terbuka, dan produk-produk dari tanah Sumatera kembali menemukan jalannya ke pasar dunia.

Baca Juga:  “Perintah Turun, Proses Bungkam: Dugaan Korupsi Bupati Melawi Dipertanyakan Publik”

Direktur Utama PMT, Rudi Susanto, melihat ini sebagai secercah cahaya di tengah ketidakpastian. “Pergerakan barang mulai membaik. Industri perlahan bergerak lagi, meski pelaku usaha masih berhati-hati menghadapi situasi global,” ujarnya.

Namun di balik angka-angka itu, ada kerja keras yang tak terlihat. Ada operator yang berjaga di bawah terik dan hujan, ada koordinasi yang terus diperkuat, ada upaya tanpa henti untuk menjaga ritme agar tetap stabil.

PMT pun terus berbenah. Efisiensi layanan ditingkatkan, terlihat dari rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) yang mencapai 85,95 persen di Belawan. Di Kuala Tanjung, angka ini juga menunjukkan perbaikan—sebuah bukti bahwa di tengah tekanan, profesionalisme tetap dijaga.

Tak hanya soal kecepatan, keselamatan juga menjadi prioritas. Melalui penguatan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), perusahaan berupaya memastikan bahwa setiap langkah pemulihan tidak harus dibayar dengan risiko nyawa.

Di tengah tantangan global yang belum sepenuhnya reda—dari fluktuasi permintaan hingga perubahan jalur perdagangan—pelabuhan kini menjadi lebih dari sekadar tempat bongkar muat. Ia menjadi simpul harapan, tempat di mana ekonomi kembali dirajut, perlahan namun pasti.

Dan dari dermaga-dermaga itu, Sumatera Utara seakan berbisik:

bahwa setelah badai panjang, selalu ada jalan untuk kembali bangkit.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru