Tapanuli Utara — Pagi itu, di Desa Pohan Jae, Siborongborong, suasana tak lagi seperti biasanya. Di antara hamparan alam yang tenang, suara palu dan besi mulai terdengar—bukan sekadar tanda pekerjaan dimulai, tetapi pertanda bahwa harapan warga perlahan kembali dibangun.
Personel Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara hadir di sana, bukan hanya sebagai aparat negara, melainkan sebagai bagian dari harapan masyarakat yang selama ini menanti akses yang lebih layak. Jembatan Gotting, yang menjadi urat nadi aktivitas warga, kini mulai direvitalisasi.
Sejak pukul 08.30 WIB, proses pembongkaran rangka jembatan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Setiap bagian yang dilepas bukan hanya material lama yang diganti, tetapi juga seakan melepas kesulitan yang selama ini dirasakan warga dalam beraktivitas sehari-hari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di lokasi itu, Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak turut hadir menyaksikan langsung. Namun yang membuat suasana semakin menyentuh adalah momen doa bersama yang dipimpin Pendeta Arnalom Panggabean. Di tengah kesederhanaan, doa-doa dipanjatkan—bukan hanya agar pembangunan berjalan lancar, tetapi agar jembatan ini kelak benar-benar menjadi jalan penghubung kehidupan yang lebih baik.
Di bawah komando IPDA Erbet Simanjuntak, para personel Brimob bekerja tanpa banyak kata. Tangan mereka bergerak, keringat mengalir, namun semangat tak pernah surut. Mereka juga membenahi posko jembatan dan posko Brimob, memastikan setiap langkah pekerjaan berjalan terarah dan maksimal.
Bagi masyarakat sekitar, kehadiran Brimob bukan hanya membawa alat dan tenaga, tetapi juga rasa aman dan keyakinan bahwa mereka tidak sendiri. Bahwa negara hadir, bahkan hingga ke pelosok desa.
Jembatan Gotting bukan sekadar infrastruktur. Ia adalah penghubung harapan—antara anak-anak yang ingin bersekolah tanpa hambatan, petani yang ingin membawa hasil panen dengan mudah, hingga keluarga yang ingin menjalani hidup dengan lebih baik.
Hari itu, di Tapanuli Utara, bukan hanya pembangunan yang dimulai. Tetapi juga secercah harapan yang kembali tumbuh—dibangun dari kerja keras, doa, dan pengabdian tanpa pamrih.
Dan Brimob Polda Sumut, kembali membuktikan: mereka hadir bukan hanya untuk menjaga, tetapi juga untuk membangun dan menguatkan harapan rakyat.
Indra/humas













