Aceh Singkil — Gelombang dukungan terhadap kebijakan tegas Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil, Syam’un NST, S.ST., M.Pi., kini semakin membesar. Di tengah kekhawatiran terhadap keselamatan generasi muda, Profesor Sutan Nasomal SH MH selaku
Penanggungjawab Timpas 1 Aceh Singkil tampil lantang menyatakan dukungan total atas larangan kegiatan siswa SD dan SMP ke luar daerah dengan dalih apa pun.
Menurut Profesor Sutan Nasomal, keputusan tersebut bukan sekadar himbauan biasa, melainkan bentuk keberanian moral dan tanggung jawab besar seorang pemimpin pendidikan demi menyelamatkan masa depan anak-anak Aceh Singkil dari berbagai ancaman risiko perjalanan, kecelakaan, hingga hal-hal yang tidak diinginkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya sangat sepaham dan sependapat dengan Ketua PGRI Aceh Singkil Bapak Zainal Abidin Simatupang beserta seluruh jajaran pengurus yang berdiri tegak mendukung kebijakan ini. Keselamatan anak didik jauh lebih penting daripada kegiatan seremonial yang berpotensi membahayakan,” tegasnya.
Dukungan kuat itu juga datang dari jajaran PGRI Kabupaten Aceh Singkil yang dipimpin Zainal Abidin Simatupang, S.Pd., bersama Sekretaris Suriadi, S.Pd., M.Pd., serta Wakil Ketua I Purwanti Ginting, S.Pd. Mereka menilai dunia pendidikan tidak boleh dipenuhi kegiatan yang justru membuka peluang lahirnya musibah bagi peserta didik.
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, kebijakan larangan touring dan kegiatan luar daerah juga dianggap sebagai langkah bijak yang berpihak kepada orang tua murid agar tidak terbebani biaya tambahan yang memberatkan.
Profesor Sutan Nasomal menegaskan, sekolah seharusnya menjadi tempat membangun ilmu, karakter, kedisiplinan, dan prestasi, bukan arena kegiatan yang mengandung risiko tinggi terhadap keselamatan siswa.
“Anak-anak Aceh Singkil adalah aset masa depan bangsa. Jangan biarkan mereka menjadi korban hanya karena ambisi kegiatan yang tidak mendesak. Pendidikan harus melahirkan generasi hebat, bukan menyisakan air mata penyesalan,” ujarnya penuh haru.
Ia juga menyerukan kepada seluruh kepala sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik di seluruh Aceh Singkil agar merapatkan barisan mendukung kebijakan pemerintah demi terciptanya dunia pendidikan yang aman, bermartabat, dan penuh prestasi.
Bahkan ke depan, para guru melalui gugus pendidikan disebut akan memperkuat konsolidasi besar untuk melahirkan berbagai prestasi anak didik mulai tingkat PAUD, TK, SD hingga SMP, khususnya sekolah negeri di Aceh Singkil.
“Sudah saatnya pendidikan Aceh Singkil bangkit lewat prestasi, disiplin, dan perlindungan terhadap anak-anak kita. Jangan ada lagi kegiatan yang mempertaruhkan keselamatan generasi penerus daerah ini,” tutup Profesor Sutan Nasomal SH MH dengan nada tegas.
(Call Center 08118419260 / Redaksi)













