Percut Sei Tuan, Deli Serdang — Malam itu seharusnya menjadi malam biasa bagi Greace Anastasya Sibuea (18). Seorang mahasiswi muda yang datang ke rumah kos temannya hanya untuk bersilaturahmi dan bercengkerama sederhana di penghujung hari.
Namun siapa sangka, beberapa jam kemudian ia harus pulang dengan mata sembab dan hati hancur setelah sepeda motor kesayangannya hilang dicuri.
Peristiwa memilukan itu terjadi di Jalan Kolam No. 39, Kost Mestika, Kecamatan Percut Sei Tuan, Sabtu malam (23/05/2026). Saat tiba di lokasi, korban memarkirkan Honda Scoopy putih miliknya dalam keadaan stang terkunci. Merasa aman, ia pun masuk ke dalam kos menemui rekannya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun sekitar pukul 23.40 WIB, suasana berubah menjadi kepanikan. Ketika hendak pulang, Greace mendapati sepeda motor bernomor polisi BK 6266 TBY miliknya sudah tidak berada di tempat semula.
Korban sempat mondar-mandir di sekitar lokasi dengan harapan motor tersebut hanya dipindahkan seseorang. Tetapi harapan itu perlahan runtuh. Kendaraan yang menjadi penunjang aktivitas sehari-harinya benar-benar hilang tanpa jejak.
Tangis korban pun pecah di tengah malam. Motor yang selama ini menemaninya beraktivitas kini raib digondol maling. Kerugian ditaksir mencapai Rp22 juta.
Tak tinggal diam, korban langsung membuat laporan resmi ke Polrestabes Medan. Laporan tersebut diterima dengan nomor STTLP/B/2165/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA.
Kini pihak kepolisian dari Polrestabes Medan dikabarkan tengah melakukan penyelidikan dan pengumpulan informasi guna memburu pelaku serta mencari keberadaan sepeda motor korban yang hilang. Harapan keluarga dan korban pun kini tertuju kepada aparat penegak hukum agar kendaraan tersebut dapat ditemukan kembali.
Di balik gelapnya malam di kawasan Jalan Kolam, tersisa doa dan harapan seorang mahasiswi muda yang hanya ingin motornya kembali pulang.
Red













