PELABUHAN TANJUNG RIAU DI BAWAH SOROTAN: DUGAAN PENYELUNDUPAN BERKEDOK SEMBAKO, KE MANA ARAH PENGAWASAN?

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATAM – Aroma dugaan praktik penyelundupan kembali menyeruak dari Pelabuhan Tanjung Riau. Di balik lalu lalang kapal pengangkut beras, gula, dan berbagai kebutuhan pokok, beredar informasi mengenai aktivitas yang diduga menjadi kedok masuk dan keluarnya barang-barang kena cukai tanpa pengawasan maksimal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, sejumlah muatan yang tercatat sebagai sembako diduga turut membawa rokok tanpa pita cukai dan minuman beralkohol.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modus yang disebut-sebut digunakan terbilang rapi; dokumen pengiriman menampilkan barang kebutuhan pokok, sementara isi muatan diduga berbeda dengan yang tercantum dalam manifes.
Jika dugaan ini benar, maka negara berpotensi mengalami kerugian besar akibat hilangnya penerimaan dari sektor cukai dan pajak. Lebih dari itu, praktik semacam ini menjadi ancaman serius terhadap iklim usaha yang sehat karena para pelaku usaha yang taat aturan harus bersaing dengan barang-barang yang masuk tanpa memenuhi kewajiban hukum.

Yang menjadi pertanyaan publik, mengapa aktivitas yang diduga berlangsung cukup lama tersebut seolah tidak tersentuh? Pelabuhan Tanjung Riau bukanlah nama baru dalam berbagai perbincangan mengenai dugaan penyelundupan.

Informasi demi informasi telah beredar selama bertahun-tahun, namun belum terlihat adanya pengungkapan besar yang mampu menjawab keresahan masyarakat.
Situasi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap efektivitas pengawasan di kawasan pelabuhan.

Baca Juga:  Ketua DPW FRIC Provinsi Jambi Lantik 4 Pengurus DPD Kabupaten , Pesan : "Jadilah Yang Berintegritas Dan Profesionalisme"

Publik berhak mengetahui apakah lemahnya pengawasan terjadi karena keterbatasan sistem, kurangnya pengawasan lapangan, atau justru ada pihak-pihak tertentu yang diduga sengaja menutup mata terhadap aktivitas tersebut.

Lebih mengejutkan lagi, beredar pula dugaan adanya pihak-pihak yang berupaya menjaga agar persoalan ini tidak mencuat ke ruang publik. Informasi yang berkembang menyebut adanya oknum tertentu yang diduga memperoleh keuntungan dari aktivitas tersebut sehingga pemberitaan mengenai dugaan penyelundupan tidak berkembang secara luas.

Apabila dugaan tersebut terbukti, maka yang terjadi bukan sekadar pelanggaran kepabeanan, melainkan potensi persekongkolan yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam pengawasan dan penegakan hukum.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata dari aparat penegak hukum dan instansi terkait. Operasi penertiban menyeluruh, audit jalur distribusi barang, pemeriksaan dokumen pengiriman, hingga penelusuran aliran dana dinilai perlu dilakukan untuk mengungkap fakta yang sebenarnya.

Jangan sampai Pelabuhan Tanjung Riau terus dicap sebagai “jalur basah” yang aman bagi para pelaku penyelundupan. Negara tidak boleh kalah oleh mafia, hukum tidak boleh tunduk pada uang, dan pengawasan tidak boleh berhenti hanya pada laporan administratif.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh keterangan dan klarifikasi atas berbagai informasi yang berkembang di lapangan.
Jurnalis: Temukan, Ungkap, Hancurkan.

Fahmi/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

HOROR ANTRIAN BBM MENGGUNCANG INDONESIA! RAKYAT MENUNGGU BERJAM-JAM, EKONOMI TERANCAM, PEMERINTAH DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN
GEMPAR! PROF DR SUTAN NASOMAL TANTANG NEGARA BUKTIKAN KEHADIRANNYA: “PAK KAPOLRI, DI MANA POLISI SAAT BUMI BINTAN DIJARAH?”
Silaturahmi Penuh Makna, FORWAKA Belawan dan Imigrasi Belawan Satukan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat
Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Brimob Polda Sumut Terjun Langsung Menjaga Mata Air Kehidupan Warga Sipirok
JANJI SHM TAK KUNJUNG TERBIT, UANG RATUSAN JUTA MELAYANG! Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Oknum Sekretaris Lurah Madras Memantik Kemarahan Korban
Menguatkan Ukhuwah, Menebar Kepedulian: Imigrasi Belawan dan Belawan Berkah Hadirkan Cahaya Kebersamaan untuk Masyarakat
Prof. Dr. Sutan Nasomal Soroti Dugaan Mafia Solar Subsidi di SPBU Simpang Limbur, Desak BPH Migas dan Propam Mabes Polri Bertindak Tegas
TERBONGKAR!! Sekolah Djuwita Diduga Berhasil Intervensi dan Intimidasi Dinas Pendidikan Batam
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:00 WIB

HOROR ANTRIAN BBM MENGGUNCANG INDONESIA! RAKYAT MENUNGGU BERJAM-JAM, EKONOMI TERANCAM, PEMERINTAH DIMINTA SEGERA TURUN TANGAN

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:43 WIB

GEMPAR! PROF DR SUTAN NASOMAL TANTANG NEGARA BUKTIKAN KEHADIRANNYA: “PAK KAPOLRI, DI MANA POLISI SAAT BUMI BINTAN DIJARAH?”

Sabtu, 13 Juni 2026 - 00:26 WIB

Silaturahmi Penuh Makna, FORWAKA Belawan dan Imigrasi Belawan Satukan Komitmen Mengabdi untuk Masyarakat

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:52 WIB

Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Brimob Polda Sumut Terjun Langsung Menjaga Mata Air Kehidupan Warga Sipirok

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:25 WIB

JANJI SHM TAK KUNJUNG TERBIT, UANG RATUSAN JUTA MELAYANG! Dugaan Penyalahgunaan Jabatan Oknum Sekretaris Lurah Madras Memantik Kemarahan Korban

Berita Terbaru