MEDAN – Di balik seragam dan kendaraan taktis yang identik dengan ketegasan, tersimpan wajah humanis Korps Brimob yang penuh kehangatan. Melalui kunjungan edukasi siswa-siswi TK Swasta Fajar ke Kesatrian K.E. Lumi, Mako Satbrimob Polda Sumut, Kamis (5/11/2026), Brimob Sumatera Utara membuka ruang pembelajaran bagi generasi kecil untuk mengenal lebih dekat sosok pelindung masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana ceria itu disambut personel Subbagbinlatops Bag Ops Satbrimob Polda Sumut. Tawa dan rasa ingin tahu anak-anak menjadi warna tersendiri, ketika mereka mulai mengenal profesi kepolisian, khususnya tugas Korps Brimob dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bukan sekadar kunjungan biasa, kegiatan ini menjadi jembatan edukasi untuk menanamkan nilai kedisiplinan, keberanian, serta membangun kepercayaan terhadap institusi Polri sejak usia dini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para siswa diperkenalkan dengan berbagai perlengkapan khusus Brimob, mulai dari peralatan Pengendalian Huru-Hara (PHH) dan Anti Anarkis, Penanggulangan Teror (Wanteror), hingga Penjinakan Bom (Jibom).
Rasa penasaran anak-anak semakin membuncah saat mereka melihat langsung perlengkapan dan kendaraan taktis Brimob. Kesempatan menaiki kendaraan taktis menjadi momen paling berkesan, menghadirkan senyum, kegembiraan, dan pengalaman baru yang mungkin akan terus mereka kenang.
Kegiatan tersebut dipimpin PS. Kasubbagbinlatops Bag Ops Satbrimob Polda Sumut, AKP Laurensius Siahaan, S.H., bersama personel yang terlibat.
Melalui kegiatan ini, Brimob Sumut ingin menanamkan pemahaman bahwa polisi bukan hanya sosok yang hadir ketika bahaya mengancam, tetapi juga sahabat anak-anak, pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Di tengah keceriaan generasi penerus bangsa, Brimob Sumut meneguhkan komitmennya untuk terus hadir dengan pendekatan edukatif dan humanis. Sebab, kecintaan terhadap bangsa dan kepercayaan kepada aparat negara tidak hanya dibangun melalui pengabdian, tetapi juga melalui kedekatan yang ditanamkan sejak langkah pertama kehidupan anak-anak Indonesia.
Indra/humas













