DARI SEKOLAH UNTUK BUMI: AMPHIBI NYALAKAN SEMANGAT HIJAU, TANAM HARAPAN DI AEK LEDONG

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asahan, — Di tengah ancaman sampah dan kerusakan lingkungan yang terus membayangi masa depan, sebuah pesan sederhana kembali ditanamkan: menjaga bumi harus dimulai sejak dini.

Pesan itulah yang menggema di halaman SD Negeri 013829 Desa Ledong Timur, Kecamatan Aek Ledong, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, Sabtu (8/8/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-10, Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) tidak memilih sekadar merayakan usia organisasi. Mereka memilih turun langsung, menyapa generasi muda, mengajarkan kepedulian, sekaligus menanam pohon sebagai simbol harapan bagi masa depan bumi.

Sejak pagi, suasana sekolah berubah menjadi ruang belajar lingkungan. Ratusan siswa mengikuti sosialisasi tentang pemilahan sampah organik dan anorganik, pengelolaan sampah rumah tangga hingga pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Di hadapan para siswa, Ketua AMPHIBI Asahan, Hasbi, SE, menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari kebiasaan kecil.

“Kita ajarkan anak-anak sejak dini untuk peduli lingkungan. Sampah organik bisa menjadi kompos, sementara sampah anorganik bisa didaur ulang. Kalau sejak sekolah anak-anak sudah memahami, mereka akan membawa pengetahuan itu ke rumah dan menularkannya kepada orang tua,” ujar Hasbi.

Namun aksi tersebut tidak berhenti pada kata-kata.

Usai mendapatkan edukasi, para siswa bersama guru, perangkat desa dan AMPHIBI bergerak melakukan penanaman pohon di halaman sekolah.

Satu per satu bibit ditanam. Tangan-tangan kecil para siswa ikut menyentuh tanah, seolah sedang menitipkan pesan kepada masa depan: agar kelak ketika mereka dewasa, pohon-pohon itu telah tumbuh menjadi peneduh dan saksi bahwa pernah ada generasi yang memilih menjaga bumi.

Hasbi mengatakan, pohon-pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya memberikan keteduhan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para siswa untuk mengenal alam dan memahami pentingnya menjaga lingkungan.

SATU BULAN PENUH, SATU GERAKAN UNTUK BUMI

Sementara itu, Ketua Umum AMPHIBI Agus Salim Tanjung, S.Si., CH (AST) mengatakan, kegiatan di Aek Ledong merupakan bagian dari gerakan besar “Aksi 1 Bulan Penuh AMPHIBI” yang digelar serentak di berbagai daerah mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.

Baca Juga:  Dugaan Kembali Menguat: Belasan Alat Berat Masuk Area Tambang Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Warga Pertanyakan Seriusnya Penindakan Aparat

Gerakan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-10 AMPHIBI yang jatuh pada 25 Agustus 2026.

Menurut AST, satu dekade perjalanan AMPHIBI tidak seharusnya hanya dirayakan dengan seremoni. Sepuluh tahun harus menjadi momentum untuk kembali melihat persoalan lingkungan secara nyata dan menjawabnya melalui tindakan.

“10 Tahun AMPHIBI bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk bergerak nyata. Bergerak bersama, menjaga bumi. Kita mulai dari sekolah, karena dari sanalah lahir para penjaga bumi masa depan,” tegas Agus Salim Tanjung.

Dari Aek Ledong, pesan itu pun kembali ditegaskan: menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu kelompok, bukan pula tugas pemerintah semata.

Ia membutuhkan tangan masyarakat, kepedulian sekolah, dukungan pemerintah dan keterlibatan dunia usaha.

Sebab bumi tidak pernah meminta sesuatu yang rumit.

Ia hanya meminta manusia berhenti merusaknya dan mulai merawatnya.

Melalui rangkaian aksi selama Agustus, AMPHIBI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam gerakan lingkungan, mulai dari edukasi, penghijauan, pengelolaan sampah hingga aksi nyata lainnya.

SEPULUH TAHUN BERGERAK, SEPULUH TAHUN MENJAGA

AMPHIBI merupakan organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam bidang pelestarian hutan, restorasi mangrove pesisir, pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), lingkungan hidup serta sosial pemberdayaan masyarakat.

Berdiri sejak 25 Agustus 2016, AMPHIBI terus menjalankan advokasi, edukasi dan aksi nyata lingkungan di berbagai wilayah Indonesia.

Kini, memasuki usia satu dekade, AMPHIBI kembali menanam pesan yang sama melalui gerakan yang berbeda:

Bukan sekadar menghitung usia, tetapi menghitung jejak kebaikan yang ditinggalkan.

Dan di halaman sebuah sekolah di Aek Ledong, jejak itu hari ini ditanam bersama bibit-bibit pohon.

Mungkin pohonnya masih kecil.

Namun harapan yang ditanam di dalamnya jauh lebih besar.

Karena dari tangan anak-anak hari ini, masa depan bumi sedang dipertaruhkan.

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA
Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!
Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis
Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026
Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana
Pelindo Multi Terminal Hadirkan Jamur Berdaya HUB, Buka Peluang Usaha dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat
Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Sepakati Tukar Menukar BMN
SIMPANG TITI PAPAN JADI NERAKA KEMACETAN! Bertahun-Tahun Terabaikan, Rakyat Dipaksa Bertaruh Waktu dan Keselamatan di Jalan Rusak
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 06:41 WIB

PENGUMUMAN PENTING! SERTIFIKAT TANAH MILIK NURHAYATI M HILANG, MASYARAKAT DIMOHON BANTUAN DAN KEPEDULIANNYA

Minggu, 1 November 2026 - 09:58 WIB

Prof. Dr. Sutan Nasomal Bersuara Keras: Jangan Fitnah dan Bunuh Karakter Orang Tanpa Bukti, Poster Bukan Alat Penghakiman!

Minggu, 1 November 2026 - 08:58 WIB

Setetes Darah, Sejuta Harapan: PT Musim Mas Hadirkan Kepedulian, 463 Warga Medan Rasakan Manfaat Layanan Kesehatan Gratis

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pelindo Regional 1 Belawan Perkuat Integrasi Layanan, Penerbitan Nota Beralih Mulai 1 November 2026

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:34 WIB

Enam Kelompok P3A Mengaku Tertekan, Pekerjaan Tersendat, APH dan BWS Didesak Bongkar Dugaan Permainan Dana

Berita Terbaru