Padang – Di tengah gema takbir yang berkumandang dan suasana khusyuk Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq bersama AKBP Yudho Huntoro menyampaikan ucapan selamat Idul Adha kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat dengan pesan yang hangat dan penuh makna kemanusiaan.
Idul Adha bukan sekadar perayaan, tetapi juga sebuah kisah tentang ketulusan yang diuji, tentang pengorbanan yang tidak selalu mudah, dan tentang cinta yang diberikan tanpa meminta kembali.
Dalam pesan yang disampaikan, keduanya mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai ruang untuk kembali merenungi arti keikhlasan, memperkuat kepedulian, serta merawat silaturahmi yang menjadi penopang kehidupan sosial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di hari yang penuh berkah ini, semoga setiap pengorbanan kita menjadi jalan kebaikan, setiap keikhlasan menjadi cahaya di hati, dan setiap silaturahmi menjadi pengikat yang tak mudah terputus. Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H,” demikian pesan penuh haru yang disampaikan.
Lebih dari sekadar ucapan, pesan tersebut menggambarkan harapan agar nilai-nilai kurban tidak berhenti pada ritual, tetapi hidup dalam keseharian—dalam cara saling membantu, dalam kepedulian kepada yang lemah, dan dalam kehangatan antar sesama.
Dirlantas Polda Sumbar juga menegaskan bahwa Idul Adha adalah saat yang tepat untuk kembali menguatkan empati sosial, terutama kepada masyarakat yang sedang berjuang dalam keterbatasan. Di balik setiap senyum di hari raya, ada doa-doa sederhana yang ingin didengar dan tangan-tangan yang berharap digenggam.
Selain itu, Ditlantas Polda Sumbar turut mengingatkan bahwa di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur Idul Adha, keselamatan di jalan raya tetap menjadi hal yang tidak boleh dilupakan. Setiap perjalanan, sekecil apa pun, adalah harapan yang ingin kembali pulang dengan selamat.
Wadirlantas Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk tetap tertib berlalu lintas, mengutamakan keselamatan, serta menjaga suasana damai selama perayaan berlangsung. Sebab, ketenangan di jalan raya adalah bagian dari ketenangan di hari yang suci ini.
Di penghujung pesan, keduanya berharap agar Idul Adha 1447 H menjadi momentum yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga dirasakan maknanya—tentang keikhlasan yang tulus, pengorbanan yang luhur, dan cinta kemanusiaan yang tak pernah padam.
Semoga setiap langkah di hari raya ini membawa damai, setiap hati menjadi lebih lembut, dan setiap hubungan antarsesama semakin erat dalam bingkai persaudaraan.
Indra













