Sumut ~ Ketika malam semakin larut dan lampu-lampu rumah mulai padam, ada 100 personel Brimob Polda Sumatera Utara yang memilih menahan kantuk dan meninggalkan kenyamanan keluarga demi satu tugas mulia: menjaga masyarakat tetap aman.
Di tengah dinginnya malam yang menyelimuti Sumatera Utara, para personel Batalyon C Sat Brimob Polda Sumut terus bergerak menyusuri jalanan, memantau desa-desa, dan berjaga di berbagai titik rawan gangguan keamanan. Bagi mereka, malam bukanlah waktu untuk beristirahat, melainkan saat pengabdian diuji demi memastikan rakyat dapat tidur dengan tenang.
Dipimpin Danki Satgas Batalyon C, AKP Antanius Tarigan, S.H., M.H., sebanyak satu SSK personel disiagakan penuh sejak Senin malam hingga Selasa dini hari (1–2 Juni 2026). Setiap langkah yang mereka tempuh menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Di wilayah Pancur Batu, personel yang dipimpin Ipda Leonardo Marbun menyambangi kantor-kantor desa, memantau lokasi TPS, hingga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan. Di balik seragam dan perlengkapan tugas yang dikenakan, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan tidak ada satu pun gangguan yang mengusik ketenangan warga.
Malam itu, pengabdian mereka kembali diuji ketika terjadi perselisihan antarwarga di Desa Gunung Tinggi. Namun dengan kesabaran, pendekatan humanis, dan komunikasi yang menyejukkan, personel Brimob bersama unsur terkait berhasil meredam ketegangan. Konflik yang berpotensi membesar akhirnya berubah menjadi kedamaian. Senyum dan rasa lega masyarakat menjadi hadiah paling berharga bagi para personel yang bertugas.
Sementara di wilayah Sunggal, personel yang dipimpin Iptu Nursaleh dan Ipda Jhones M. Marpaung terus berpatroli tanpa mengenal lelah. Mereka memastikan setiap sudut wilayah tetap aman dan setiap potensi gangguan dapat dicegah sebelum menimbulkan keresahan.
Tak hanya menjaga keamanan, para personel juga siaga menerima setiap laporan dan keluhan masyarakat. Dengan sistem on call, mereka siap bergerak kapan saja. Sebab bagi Brimob, setiap panggilan warga adalah amanah yang harus dijawab dengan cepat dan penuh tanggung jawab.
Di balik malam yang sunyi, ada pengorbanan yang sering tak terlihat. Ada keluarga yang menunggu di rumah, ada waktu istirahat yang dikorbankan, ada rasa lelah yang harus ditahan. Namun semua itu dilakukan demi satu harapan sederhana: masyarakat dapat menjalani hidup dengan aman, damai, dan nyaman.
Karena bagi Brimob Sumut, pengabdian bukan sekadar tugas. Pengabdian adalah keikhlasan menjaga, melindungi, dan hadir untuk masyarakat, bahkan ketika seluruh dunia sedang terlelap.
Indra/humas













