Belawan, 29 Juli 2026 – Pelayanan publik bukan sekadar urusan administrasi, tetapi tentang menghadirkan kehadiran negara di tengah masyarakat. Semangat itulah yang tampak saat Staf Ahli Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Bidang Pelayanan Publik dan Reformasi Hukum, Iwan Santoso, mengunjungi Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan untuk melihat langsung bagaimana reformasi birokrasi diwujudkan melalui pelayanan yang semakin dekat, cepat, dan humanis.
Kedatangannya disambut hangat oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sumatera Utara serta Kepala Rumah Detensi Imigrasi Medan.
Di balik aktivitas pelayanan yang setiap hari melayani masyarakat, tersimpan kerja keras para aparatur yang terus berbenah. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa setiap langkah perubahan tidak luput dari perhatian pemerintah, demi memastikan masyarakat memperoleh pelayanan yang semakin baik dari waktu ke waktu.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu momen yang menarik perhatian adalah ketika rombongan meninjau Layanan Cek Kesehatan Gratis, sebuah inovasi hasil kolaborasi dengan Puskesmas Belawan. Di tengah kesibukan mengurus dokumen perjalanan, masyarakat juga diberikan perhatian terhadap kondisi kesehatannya. Sebuah pelayanan sederhana, namun sarat makna, karena menunjukkan bahwa pelayanan publik sejatinya bukan hanya menyelesaikan berkas, tetapi juga menghadirkan kepedulian.
Peninjauan kemudian berlanjut ke ruang pelayanan paspor, ruang tunggu, booth wawancara, koperasi pegawai, hingga Ruang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim). Setiap sudut menjadi cerminan tekad untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi keimigrasian.
Dalam arahannya kepada seluruh pegawai, Iwan Santoso mengingatkan bahwa reformasi birokrasi akan berhasil apabila dibangun di atas rasa kebersamaan, integritas, dan tanggung jawab yang sama.
“Kekompakan merupakan modal utama dalam membangun organisasi yang profesional. Reformasi birokrasi bukan hanya target yang dikejar, tetapi budaya kerja yang harus hidup dalam setiap pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Ucapan itu menjadi pengingat bahwa setiap senyum yang menyambut pemohon, setiap pelayanan yang diberikan dengan tulus, dan setiap inovasi yang dihadirkan merupakan bagian dari wajah negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belawan, Eko Yudis Parlin Rajagukguk, menegaskan bahwa kunjungan ini bukan sekadar evaluasi, melainkan sumber semangat baru bagi seluruh jajaran.
“Setiap arahan yang kami terima menjadi penguat untuk terus bekerja lebih baik. Kami ingin memastikan masyarakat merasakan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, sekaligus penuh kepedulian. Itulah semangat yang terus kami bangun sejalan dengan arahan Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, melalui komitmen ‘Imigrasi untuk Rakyat’,” ungkap Eko.
Kunjungan ini meninggalkan pesan yang mendalam bahwa reformasi birokrasi bukan hanya soal perubahan sistem dan prosedur. Lebih dari itu, reformasi adalah tentang membangun budaya melayani dengan hati, memperkuat integritas, dan memastikan setiap masyarakat yang datang ke Kantor Imigrasi Belawan pulang dengan rasa puas, percaya, dan merasakan bahwa negara benar-benar hadir untuk mereka.
Indra/humas













