Jusuf Kalla Diseret Isu, Balik Melawan: Tegas Netral, Bantah Tudingan Dana Polemik Ijazah Jokowi

- Penulis

Minggu, 19 April 2026 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Di tengah panasnya pusaran isu yang kian liar, Jusuf Kalla akhirnya angkat suara—bukan untuk ikut bertarung, tapi untuk meluruskan arah yang dinilainya mulai menyimpang jauh.

Dari kediamannya di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), mantan Wakil Presiden RI itu menegaskan satu hal yang tak ingin ia tawar: netralitas. Di saat banyak pihak saling melempar tudingan, ia memilih berdiri di luar lingkaran konflik.

“Saya menolak karena ingin tetap netral. Saya tidak ingin ikut campur,” ucapnya, singkat namun tegas.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengaku telah menutup pintu dari berbagai ajakan yang berpotensi menyeretnya masuk lebih dalam, termasuk permintaan pertemuan dari Rismon Hasiholan Sianipar dan Roy Suryo. Bagi Jusuf Kalla, menjaga jarak adalah cara paling jelas untuk tidak terseret arus.

Namun ironi justru muncul: di saat ia memilih diam, namanya justru ditarik masuk. Tudingan mengalir—bahkan menyebut dirinya sebagai penyandang dana isu ijazah Presiden RI ke-7, Joko Widodo.

Di titik ini, nada suaranya berubah. Lebih tajam. Lebih tegas.

“Saya dituduh memberikan dana hingga miliaran rupiah. Itu tidak benar,” katanya.

“Saya tidak pernah bertemu, bahkan tidak mengenal yang bersangkutan.”

Bagi Jusuf Kalla, ini bukan lagi sekadar perbedaan pendapat. Ini adalah serangan terhadap integritas. Narasi yang, jika dibiarkan, bisa menggerus kepercayaan publik tanpa dasar yang jelas.

Baca Juga:  Diduga Diserang Secara Brutal, Kakak Beradik Bersimbah Darah di Medan Labuhan; Keluarga Menanti Keadilan, Terduga Pelaku Belum Tertangkap

Langkah hukum pun ditempuh. Melalui kuasa hukumnya, ia melaporkan pihak-pihak yang dianggap menyebarkan tudingan tersebut ke Bareskrim Polri pada awal April 2026—sebuah sinyal bahwa ia tak akan tinggal diam ketika namanya dipertaruhkan.

Di sisi lain, ia juga menanggapi laporan terhadap dirinya terkait dugaan penistaan agama yang mencuat usai potongan ceramahnya di lingkungan Universitas Gadjah Mada viral. Namun, ia memilih tidak berspekulasi soal motif di baliknya.

“Saya tidak ingin berasumsi. Tapi faktanya, laporan itu muncul setelah saya mengambil langkah hukum,” ujarnya, memberi ruang tafsir tanpa harus menuding.

Di tengah semua itu, Jusuf Kalla justru mengingatkan hal yang lebih besar: dampak dari polemik ini terhadap masyarakat. Ia melihat bagaimana isu yang belum tuntas ini perlahan menggerus ketenangan publik, memicu perdebatan tanpa ujung.

Solusinya, menurut dia, sederhana—tapi berani.

“Masalah ini sudah terlalu lama. Sebaiknya diselesaikan secara terbuka agar tidak terus menimbulkan konflik,” pungkasnya.

Sebuah pernyataan yang bukan hanya klarifikasi, tetapi juga peringatan: bahwa di balik hiruk-pikuk isu, ada persatuan yang dipertaruhkan

Indra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN
Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.
Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali
Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.
BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?
KLAIM ULAYAT TAPI PAKAI SKRPT PRIBADI: RONALDI TAK BISA BUKTIKAN LEGALITAS TANAH HPL, MALAH SESUMBAR DAN BLOKIR MEDIA! KAPOLRES SIAK, TANGKAP TERLAPOR!!
Satu Dekade AMPHIBI: Menanam Mangrove, Menjaga Warisan, Menitipkan Harapan untuk Anak Cucu
Dari Ruang Rapat Polda Sumut, Alarm untuk Mafia LPG Bersubsidi Dinyalakan: Tabung Hijau Harus Kembali ke Rakyat!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:08 WIB

SAMBUT HUT KE-81 KORPS BRIMOB POLRI, BATALYON C PELOPOR SAT BRIMOB POLDA SUMUT TEBAR BIBIT IKAN, MERAWAT ALAM DEMI MASA DEPAN

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Toko Roti DMR Srigunting Resmi Melaporkan Yono Selaku Perwakilan Atik Bakery yang Melakukan Tindakan Pencurian.

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:32 WIB

Aneh, Ditanya Mengapa Ada NPWPD Pajak Parkir diatas Parit dan Trotoar, Kabid Parkir Bapenda, Malah Ngaku Akan Cek kembali

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Bapenda Kota Medan Dan Manager DIY William Iskandar Rampas Hak Pejalan Kaki, Buat Kegiatan Parkir Diatas Parit dan Trotoar.

Selasa, 29 September 2026 - 02:34 WIB

BBM Subsidi Dikeruk, H. Asril Doyok Lempar Badan: Siapa “Beking” dan Pemilik Asli PT BMBM di SPBU KM 5 Perawang?

Berita Terbaru