Belawan — Proyek pembangunan terminal LPG berskala nasional di Jalan Pelabuhan Raya, Belawan, Sumatera Utara, milik PT Pertamina Gas kini menjadi sorotan tajam. Bukan karena kemegahannya, melainkan karena kondisinya yang mangkrak, berkarat, dan seolah ditinggalkan tanpa kepastian.
Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah struktur utama telah berdiri, namun tidak terawat. Besi-besi yang dulunya kokoh kini mulai tergerus karat. Aktivitas pekerjaan nyaris tak terlihat—menyisakan kesan kuat bahwa proyek ini berhenti di tengah jalan.
Jejak Proyek dan Pergantian Vendor
Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan bahwa proyek pembangunan tangki LPG tersebut tidak lagi ditangani oleh vendor awal. Pergantian pelaksana proyek diakui oleh pihak keamanan di lingkungan PT Pertamina (Persero) Region I Full Terminal Medan Group, Jalan Minyak No. 1 Belawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pergantian vendor ini justru memunculkan pertanyaan baru. Mengapa proyek strategis bisa mengalami pergantian di tengah jalan? Apakah ada persoalan teknis, administratif, atau bahkan indikasi lain yang lebih serius?
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi yang rinci kepada publik terkait alasan mandeknya proyek tersebut.
Dugaan Pemborosan Anggaran
Sebagai proyek berskala nasional, pembangunan terminal LPG Belawan diyakini menyerap anggaran yang tidak sedikit. Kondisi mangkrak dalam waktu lama memunculkan dugaan kuat adanya potensi pemborosan keuangan negara.
Sejumlah elemen masyarakat mulai mempertanyakan transparansi dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek ini. Minimnya informasi terbuka dinilai semakin memperbesar kecurigaan publik.
Desakan Pengusutan
Tokoh masyarakat Belawan yang tidak mau disebutkan namanya menegaskan bahwa aparat penegak hukum perlu turun tangan untuk menelusuri persoalan ini secara menyeluruh.
“Ini bukan proyek kecil. Ini proyek nasional. Kalau mangkrak seperti ini, harus jelas siapa yang bertanggung jawab. Kami minta aparat penegak hukum mengusutnya secara terbuka. Jangan sampai ada yang bermain di balik proyek ini,” ujarnya.
Menunggu Kejelasan
Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda signifikan bahwa proyek akan kembali dilanjutkan dalam waktu dekat. Tidak adanya papan informasi terbaru maupun aktivitas konstruksi semakin memperkuat kesan bahwa proyek ini terhenti tanpa arah.
Publik kini menanti jawaban:
Apakah proyek ini akan dilanjutkan?
Atau justru akan menjadi salah satu daftar panjang proyek mangkrak yang tak pernah terselesaikan?
Jika tidak ada kejelasan, maka yang tersisa bukan hanya bangunan berkarat—tetapi juga keraguan publik terhadap pengelolaan proyek strategis negara
Agus












