Pelindo Buka Ruang Suara Masyarakat, Pengembangan Pelabuhan Belawan Tak Boleh Meninggalkan Pesisir

- Penulis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Belawan, 13 Agustus 2026 — Di tepian laut Belawan, kehidupan berjalan bersama denyut pelabuhan. Kapal datang dan pergi, arus barang terus bergerak, sementara di balik hiruk-pikuk aktivitas kepelabuhanan, ada masyarakat pesisir yang menggantungkan harapan dan kehidupan pada laut.

Di antara kebutuhan untuk menjaga pelabuhan tetap hidup dan harapan masyarakat agar laut tetap menjadi sumber penghidupan, sebuah ruang dialog pun dibuka.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan menggelar konsultasi publik sebagai bagian dari proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) rencana pengembangan dan pengoperasian kawasan Pelabuhan Belawan, Kamis (13/8).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan itu membahas rencana pengerukan area kolam pelabuhan dan alur pelayaran, termasuk rencana penempatan material hasil pengerukan (dumping).

Namun, forum tersebut bukan sekadar pertemuan formal.

Di ruangan itu, suara masyarakat pesisir mendapat tempat. Kekhawatiran, harapan, pertanyaan, hingga masukan tentang laut dan masa depan kehidupan nelayan disampaikan secara terbuka.

Hadir dalam konsultasi publik tersebut unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, KSOP Utama Belawan, Kecamatan Medan Belawan, jajaran kelurahan di wilayah Belawan, TNI dan Polri, organisasi serta kelompok nelayan, tokoh masyarakat, hingga warga yang berada di sekitar kawasan rencana kegiatan.

Bagi Pelindo, pembangunan tidak boleh hanya berbicara tentang kapal yang semakin lancar, alur yang semakin dalam, atau aktivitas logistik yang semakin besar. Di balik semua itu terdapat manusia yang kehidupannya bersentuhan langsung dengan kawasan perairan Belawan.

Karena itu, masyarakat tidak hanya datang untuk mendengar. Mereka juga diberi kesempatan untuk berbicara.

Manager HSSE Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), M. Ismail Syahputra Ritonga, yang mewakili Pelindo, menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan ruang dialog menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid terhadap rencana kegiatan kepelabuhanan, khususnya di wilayah perairan, sekaligus memberikan ruang diskusi untuk menerima masukan dari masyarakat. Sehingga kegiatan jasa kepelabuhanan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat,” ujar Ismail.

Satu per satu masukan mengalir dalam diskusi.

Masyarakat menyoroti aktivitas dan wilayah tangkap nelayan, lokasi penempatan material hasil pengerukan, potensi dampak terhadap lingkungan pesisir dan kegiatan perikanan, serta keselamatan selama pekerjaan berlangsung.

Baca Juga:  Detik-Detik KRL Dihantam KA Argo Bromo Anggrek, 4 Nyawa Melayang

Di balik setiap pertanyaan itu, terselip satu harapan sederhana: jangan sampai kemajuan pelabuhan membuat masyarakat kehilangan ruang untuk hidup.

Masyarakat juga berharap pengerukan dapat memberikan manfaat nyata dengan menjaga kedalaman alur pelayaran sehingga kapal dapat berlayar lebih aman dan pelayanan di Pelabuhan Belawan semakin optimal.

Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan suara masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan.

“Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mendengar secara langsung masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan AMDAL agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan,” kata Yusrizal.

Rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan Pelabuhan Belawan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran pelayanan kapal.

Tetapi laut bukan sekadar jalur bagi kapal.

Bagi masyarakat pesisir, laut adalah tempat mencari nafkah. Laut adalah bagian dari kehidupan. Dari laut, keluarga-keluarga menaruh harapan untuk menyambung kehidupan dari hari ke hari.

Karena itu, setiap rencana perubahan di kawasan perairan memiliki arti yang jauh lebih besar bagi mereka.

Pelindo pun terus berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan menjalankan seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku. Masukan masyarakat menjadi bagian dari proses penyusunan AMDAL untuk memastikan aspek lingkungan dan sosial turut menjadi pertimbangan dalam rencana kegiatan.

Konsultasi publik tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar forum penyampaian informasi.

Ia menjadi jembatan antara kebutuhan sebuah pelabuhan untuk terus berkembang dan harapan masyarakat agar kehidupan mereka tetap terlindungi.

Sebab, pelabuhan boleh semakin besar, kapal boleh semakin banyak, dan arus logistik boleh semakin deras. Namun di tengah derasnya pembangunan, suara masyarakat pesisir tidak boleh tenggelam.

Pelindo Regional 1 Belawan menegaskan komitmennya untuk mendorong pengembangan pelabuhan secara berkelanjutan—menjaga kelancaran pelayanan kepelabuhanan, memperhatikan kelestarian lingkungan, serta menghormati kepentingan masyarakat yang hidup di sekelilingnya.

Karena pada akhirnya, kemajuan yang sesungguhnya bukan ketika pelabuhan hanya mampu menggerakkan kapal dan barang, tetapi ketika kemajuan itu juga mampu menjaga harapan manusia yang hidup di tepi laut.

Indra/humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”
TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!
SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama
SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan
PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN
BNCT Buka Jalan Kolaborasi Logistik Indonesia–Malaysia, Pelabuhan Belawan Bidik Peluang Pasar Regional
Ketum Relawan Tegak Lurus Prabowo Arse Pane Ucapkan Selamat atas Pelantikan Hj. Lilis Tutilaswati Suganda sebagai Bendahara PDBI DKI Jakarta
Peduli Kesehatan Warga, PT PHPO KIM II Gelar Fogging Gratis di Mabar Hilir dan Saentis
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:36 WIB

“TOLAK EKSEKUSI! WARGA PASAR IV HELVETIA BERTAHAN DI TENGAH ANCAMAN PENGOSONGAN: ‘KAMI SIAP MATI DEMI TANAH INI!’”

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:18 WIB

TRAGIS! DANA IRIGASI P3TGAI ASAHAN DISOROT, ENAM KELOMPOK PETANI MENGAKU TERLILIT UTANG DAN TEKANAN — Rp570 JUTA DIPERSOALKAN, APH DITANTANG UNGKAP FAKTA!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:25 WIB

SK PBNU Belum Terbit, Bayang-Bayang Pilpres 2029 Menguat: Ambisi Saifullah Yusuf dan Perebutan Pengaruh di Jantung Nahdlatul Ulama

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:21 WIB

SELAMATKAN GENERASI DARI CENGKERAMAN NARKOBA! Brimob dan Ditresnarkoba Polda Sumut Gerebek Lokasi di Medan, 8 Pria Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 00:59 WIB

PROF. DR. KH. SUTAN NASOMAL SEMATKAN GELAR CFLE KE-2.500 KEPADA AHMAD HUSEIN BATU BARA, AMANAH BARU UNTUK MEMPERJUANGKAN KEADILAN

Berita Terbaru