Medan — Di balik dinding ruang rapat Hotel Menara Lexus, Sabtu (18/4/2026), bukan sekadar agenda koordinasi yang berlangsung. Ada kegelisahan, ada tanggung jawab, dan ada tekad yang diteguhkan. Media Pakar Group memilih berdiri bukan hanya sebagai kumpulan portal berita, tetapi sebagai penjaga nurani publik.
Rapat koordinasi pimpinan umum ini dipimpin langsung oleh Komisaris Utama PT Media Pakar Nusantara, Atan Gantar Gultom, sosok yang tidak hanya berbicara tentang arah organisasi, tetapi juga tentang nilai—tentang benar dan salah yang kian kabur di tengah derasnya arus informasi.
Dalam suasana yang hening namun sarat makna, satu pesan terasa begitu dalam: media tidak boleh kehilangan jiwa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Turut hadir para pimpinan media, di antaranya Bungsu Siregar (Mediapakar.com), Robin Silalahi (Pakarviral.com), Yanti (Pakar24.com), Kuswanto (Pakarinvestigasi.com), dan Zevri Hutabarat (Jurnalpakar.com). Mereka bukan hanya datang sebagai pemimpin redaksi, tetapi sebagai orang-orang yang memikul tanggung jawab atas setiap kata yang dipublikasikan.
Berbagai agenda strategis dibahas—penguatan struktur redaksi, konsolidasi internal, hingga ambisi besar membangun 20 portal media. Namun di atas semua itu, satu hal yang paling menggema adalah pembentukan karakter.
Dengan suara yang tegas namun sarat kepedulian, Atan Gantar Gultom mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan soal kekuasaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di hadapan nurani.
“Menjadi pimpinan media itu bukan sekadar jabatan. Ini amanah. Jangan hanya memerintah—bimbing. Jangan hanya menilai—didik. Kita ingin wartawan yang berani karena benar, bukan karena merasa kuat,” tegasnya.
Kata-kata itu menggantung di ruang rapat, seolah mengetuk kesadaran setiap yang hadir.
Ia juga mengingatkan dengan nada yang lebih dalam—bahwa media tidak boleh berubah menjadi alat tekanan yang menakutkan masyarakat.
“Jangan pernah menzalimi masyarakat kecil. Kita ini seharusnya menjadi pelindung, bukan ancaman. Kalau tidak mampu membantu, setidaknya jangan melukai,” ucapnya, lirih namun menghujam.
Rapat ini juga melahirkan sejumlah keputusan penting: kewenangan penuh pimpinan media dalam pengangkatan jajaran redaksi dan penerbitan KTA, target pengembangan 20 portal media sebagai penguatan
Indra













