MEDAN MEMANAS! DUGAAN KORUPSI DISDIKBUD Rp16 MILIAR MELEDAK — PENGEMBALIAN UANG RATUSAN JUTA PICU KEMARAHAN PUBLIK, DESAKAN COPOT Plt KADIS MENGGEMA

- Penulis

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan ||Aroma busuk dugaan persoalan di tubuh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Medan kini menyeruak semakin tajam. Publik dibuat geram, marah, sekaligus muak setelah sederet polemik yang menyeret nama Plt Kadisdikbud Medan, Laksamana Putra Siregar, kembali satu per satu terbongkar ke permukaan.

Desakan agar Wali Kota Medan segera mencopot jabatan tersebut kini tak lagi sekadar kritik biasa. Suara perlawanan rakyat mulai menggema keras dari jalanan hingga ruang publik. Dunia pendidikan Kota Medan dinilai sedang berada di bibir kehancuran moral birokrasi.

Nama Laksamana Putra Siregar kembali diseret dalam pusaran isu besar yang menghantui Disdikbud Medan. Mulai dari dugaan penahanan gaji guru, kisruh bantuan perlengkapan sekolah siswa miskin, dugaan korupsi pengadaan atribut sekolah Rp16 miliar APBD 2024, hingga dugaan korupsi Dana BOS yang disebut-sebut belum jelas ujung penanganannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun yang paling mengundang amarah publik adalah fakta adanya pengembalian uang lebih dari Rp934 juta dalam perkara dugaan korupsi pengadaan atribut sekolah.

Meski Kejaksaan Negeri Medan menghentikan penyelidikan dengan alasan tidak ditemukan kerugian negara, keputusan itu justru membakar kemarahan masyarakat.

“Kalau memang tidak ada masalah, kenapa uang ratusan juta dikembalikan? Rakyat tidak buta! Jangan permainkan logika publik!” teriak massa dalam aksi unjuk rasa di depan Kejari Medan.

Ledakan kemarahan itu pecah saat puluhan massa dari Dewan Peduli Negeri mengepung Kantor Kejaksaan Negeri Medan pada 7 Mei 2026. Mereka menuntut aparat penegak hukum membongkar seluruh dugaan praktik kotor yang disebut telah mencoreng dunia pendidikan Kota Medan.

Baca Juga:  Jum’at Berkah Penuh Air Mata Haru, Personel Batalyon A Pelopor Brimob Sumut Hadir Membawa Kepedulian dan Kehangatan untuk Warga

Di tengah situasi panas itu, publik kembali dibuat curiga setelah Laksamana Putra Siregar diketahui mendatangi Kantor Kejaksaan Negeri Medan pada 20 April 2026. Hingga kini, tujuan kedatangannya masih misterius. Upaya konfirmasi media pun seolah menemui jalan buntu.

Ketua DPW Media Center LSM PAKAR Sumut, Robin Silalahi, melontarkan pernyataan yang mengguncang.

“Ini bukan lagi sekadar polemik jabatan. Ini sudah menjadi alarm kehancuran integritas dunia pendidikan Kota Medan. Bagaimana anak-anak mau diajarkan kejujuran kalau pejabat yang memimpin pendidikan terus diterpa dugaan persoalan?” tegasnya.

Robin menilai Pemerintah Kota Medan sedang mempertaruhkan kehormatan birokrasi apabila tetap mempertahankan pejabat yang terus menjadi pusat kontroversi.

“Jangan bicara Medan bebas korupsi kalau wajah pendidikan saja sudah dipenuhi bayang-bayang dugaan korupsi. Ini tamparan keras bagi rakyat,” katanya tajam.

Belum selesai badai itu, muncul lagi informasi dugaan persoalan pengadaan seragam kegiatan jalan sehat tahun 2022 yang kembali menyeruak. Bersamaan dengan itu, isu dugaan penyimpangan Dana BOS SMPN 2 Medan yang disebut belum jelas penanganannya semakin memperkeruh suasana.

Kini masyarakat menunggu keberanian Wali Kota Medan mengambil tindakan tegas. Publik menilai evaluasi saja tidak cukup — pencopotan dianggap menjadi langkah penyelamatan marwah pendidikan Kota Medan.

“Jangan biarkan sekolah menjadi sarang permainan oknum. Dunia pendidikan bukan tempat bancakan anggaran. Jika ini terus dibiarkan, yang hancur bukan hanya birokrasi, tapi masa depan anak-anak Medan,” tutup Robin Silalahi dengan nada penuh amarah dan kekecewaan.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel pakarinvestigasi.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA
Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?
Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026
Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa
PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU
Minggu Kasih Brimob Sumut di Pematangsiantar, Hadirkan Kepedulian yang Menyentuh Hati dan Menguatkan Persaudaraan
SAAT KOTA TERLELAP, BRIMOB SUMUT MENYISIR MALAM: MENJAGA MEDAN TETAP AMAN, WARGA TIDUR TENANG
KOMITMEN KAPOLRES PASBAR : TIDAK ADA REHAB BUAT FEBRY HANDOKO HARPAMA ANAK HAMSUARDI MANTAN BUPATI PASBAR
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 13:11 WIB

AKHMET FIDEL AKBARI ZUKRI dan CUT SALSA “DILOLOSKAN BNN” DARI JERAT UNDANG-UNDANG NARKOTIKA

Senin, 1 Juni 2026 - 06:10 WIB

Empat Tersangka Bebas Berkeliaran, Dugaan Intervensi Perwira Polda Sumut Mengemuka, Ada Apa dengan Penanganan Kasus di Polsek Delitua?

Senin, 1 Juni 2026 - 05:36 WIB

Polda Sumut Kibarkan Kesiapsiagaan, Brimob Berdiri di Garda Terdepan Kawal Kejayaan ASEAN U-19 TOBA 2026

Senin, 1 Juni 2026 - 05:07 WIB

Brimob Polda Sumut Berdiri di Garda Terdepan, Jermal Kembali Dibersihkan dari Ancaman Narkoba Demi Masa Depan Generasi Bangsa

Senin, 1 Juni 2026 - 04:48 WIB

PANCASILA BERKUMANDANG DI TANAH BELAWAN, IMIGRASI TEGUHKAN SUMPAH KEBANGSAAN UNTUK INDONESIA YANG DAMAI DAN BERSATU

Berita Terbaru